JABAR PASS – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan memulai pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) pada 4 Mei 2026. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memastikan sejumlah perubahan kebijakan akan diterapkan, termasuk pembatasan kegiatan belajar hanya dua shift untuk jenjang SD dan SMP.
“SPMB kita akan mulai tanggal 4 Mei dan selesai pada 13 Juli. Akan ada beberapa perubahan, salah satunya sekolah SD dan SMP maksimum hanya boleh dua sif,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Kamis, 30 April 2026.
Ia menjelaskan, sistem dua sif tersebut akan membagi kegiatan belajar menjadi pagi dan siang, guna meningkatkan kualitas pembelajaran serta mengurangi kepadatan di sekolah.
“Jadi hanya dua sif, pagi dan siang,” katanya.
Di sisi lain, Farhan mengakui bahwa proses seleksi dan kesiapan program masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait persyaratan yang dinilai cukup ketat. Hal ini berdampak pada masih minimnya lembaga yang menyatakan kesiapan berpartisipasi.
“Syaratnya memang ketat sekali, tidak semua lembaga bisa menyanggupi,” ujarnya.
Pemkot Bandung sebelumnya telah mengundang sekitar 85 lembaga untuk terlibat dalam skema tersebut. Namun hingga saat ini, baru sebagian kecil yang memberikan respons positif.
“Yang memberikan sinyal minat baru sekitar empat lembaga. Tapi ini masih terus kita dorong,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemkot Bandung telah mengajukan permohonan perpanjangan waktu pendaftaran kepada pemerintah pusat. Usulan itu diajukan agar proses seleksi dapat berjalan lebih optimal.
“Kita sudah mengajukan perpanjangan deadline sekitar satu bulan setelah 6 Mei,” jelas Farhan.
Meski demikian, Pemkot Bandung memastikan berbagai langkah antisipasi terus dilakukan agar pelaksanaan SPMB tetap berjalan sesuai rencana. Koordinasi lintas instansi juga terus diperkuat dalam proses ini.
Farhan menyebut, kebijakan pembatasan shift dan penyesuaian sistem penerimaan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan di Kota Bandung, sekaligus memastikan proses penerimaan siswa baru berjalan lebih tertib dan transparan. (rob)**
Kepala Diskominfo Kota Bandung
Henryco Arie Sapiie








