Integrasi Program Gober dan Gaslah Jadi Solusi Atasi Sampah di Kota Bandung

JABAR PASS – Lonjakan sampah selama bulan Ramadan kembali menjadi perhatian serius Kota Bandung. Produksi sampah tercatat meningkat hingga 20 persen, memaksa pemerintah kota bergerak cepat dengan strategi pengangkutan intensif serta inovasi program berbasis lingkungan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menekankan bahwa kondisi ini tidak bisa dianggap biasa, mengingat kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang semakin terbatas.

“Saya selalu menekankan soal sampah, karena selama bulan puasa ini timbulan sampah naik sampai 20 persen. Beban di TPA pun makin berat,” ujarnya di Balai Kota Bandung, Sabtu (21/3/2026).

Sebagai solusi jangka menengah, Pemkot Bandung mengembangkan integrasi antara program Gaslah dengan program Gober (Gorong-gorong Bersih). Dari kolaborasi ini muncul konsep baru bernama “Gaslah Sungai”, yang fokus pada pengelolaan sampah plastik di sungai dan perairan kota.

“Gaslah selama ini fokus pada sampah organik, tapi nanti kita gabungkan dengan Gober. Gaslah Sungai akan menyasar sampah plastik di aliran sungai,” jelas Farhan. Program ini diharapkan menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk menekan pencemaran lingkungan sekaligus memperkuat sistem pengelolaan sampah terpadu.

Di tengah lonjakan volume sampah, Pemkot Bandung menerapkan langkah taktis dengan mempercepat pengangkutan. Selama tiga hari krusial, sampah diangkut setiap tiga jam sekali untuk menghindari penumpukan di jalan.

“Kita fokus tiga hari ini. Setiap tiga jam pasti ada sampah baru, jadi kita angkut secara berkala,” katanya.

Meski demikian, tantangan masih ada, terutama keterbatasan kapasitas Tempat Penampungan Sementara (TPS) dan pengaturan distribusi ke TPA Sarimukti yang masih bergantung kuota pembuangan.

Selain upaya pemerintah, Farhan menekankan peran aktif masyarakat. Ia mengapresiasi kelompok pengolah sampah plastik di kawasan Cigondewa yang rutin melakukan pemilahan dan daur ulang.

“Saya sangat menghargai kelompok masyarakat yang memilah sampah plastik dan mendaur ulang. Ini sangat membantu,” ujarnya.

Pemkot Bandung juga mendorong pengolahan sampah organik dilakukan langsung dari sumbernya, yakni rumah tangga. Warga diimbau untuk memilah sampah sejak dari dapur agar tidak seluruhnya berakhir di TPS.

“Sampah organik harus selesai di kelurahan. Camat dan lurah wajib memastikan tidak ada penumpukan dan tidak dibuang ke TPS,” tegas Farhan.

Dengan kombinasi strategi darurat dan inovasi program, Pemkot Bandung berharap persoalan sampah dapat tertangani tidak hanya dalam jangka pendek, tetapi juga bertransformasi menjadi sistem pengelolaan yang berkelanjutan. Momentum Ramadan pun dijadikan titik refleksi sekaligus penggerak perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah lebih bijak.

  • Berita Terkait

    Satpol PP Bongkar Reklame Videotron Melintang di Jalan Riau, Penataan Terus Berlanjut

    JABAR PASS – Pemerintah Kota Bandung kembali melanjutkan penertiban reklame bando yang melanggar ketentuan tata ruang dan estetika kota. Pada Kamis malam, 18 Juni 2026 hingga Jumat dini hari, petugas…

    Ledakan Wisatawan Picu Inflasi Kota Bandung, Farhan: Tantangan Utama Menambah Pasokan Pangan

    JABAR PASS – Meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Bandung dalam beberapa bulan terakhir turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, di balik geliat sektor pariwisata dan kuliner, Pemerintah Kota…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Baca Juga

    KAWINKAN GELAR JUARA! Kota Sukabumi JUARA UMUM KEJURPROV CATUR, Sang Ketua Ikut Sabet Emas!

    • June 20, 2026
    • 54 views
    KAWINKAN GELAR JUARA! Kota Sukabumi JUARA UMUM KEJURPROV CATUR, Sang Ketua Ikut Sabet Emas!

    Satpol PP Bongkar Reklame Videotron Melintang di Jalan Riau, Penataan Terus Berlanjut

    • June 19, 2026
    • 35 views
    Satpol PP Bongkar Reklame Videotron Melintang di Jalan Riau, Penataan Terus Berlanjut

    Ledakan Wisatawan Picu Inflasi Kota Bandung, Farhan: Tantangan Utama Menambah Pasokan Pangan

    • June 19, 2026
    • 41 views
    Ledakan Wisatawan Picu Inflasi Kota Bandung, Farhan: Tantangan Utama Menambah Pasokan Pangan

    Ketahanan Pangan Bandung Masih Bergantung Daerah Pemasok, Farhan Kaji Skema Lumbung Pangan

    • June 19, 2026
    • 39 views
    Ketahanan Pangan Bandung Masih Bergantung Daerah Pemasok, Farhan Kaji Skema Lumbung Pangan

    Mendag Pastikan HET Minyakita Tetap Rp15.700 per Liter, Distribusi ke Pasar Rakyat Diperkuat

    • June 19, 2026
    • 28 views
    Mendag Pastikan HET Minyakita Tetap Rp15.700 per Liter, Distribusi ke Pasar Rakyat Diperkuat

    Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Tembus Rp100 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp29.700

    • June 19, 2026
    • 31 views
    Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Tembus Rp100 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp29.700