Fajar Martha Santosa Hadirkan “Mix Universe” Rapi Films di Sebelum Dijemput Nenek

Bagikan Postingan

JABAR PASS – Sutradara film Sebelum Dijemput Nenek, Fajar Martha Santosa, menyiapkan kejutan dengan menghadirkan deretan hantu legendaris dari semesta Rapi Films sebagai kameo. Gagasan tersebut telah dibahas bersama produser Rapi Films, Sunil Samtani, sejak tahap awal produksi.

“Ini semacam mix universe film-film Rapi Films, lalu kami bercanda dengan kehadiran mereka di film ini,” kata Fajar dalam konferensi pers pemutaran pratayang Sebelum Dijemput Nenek di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu.

Kehadiran sosok-sosok gaib dari katalog film lama Rapi Films dimaksudkan untuk memperkaya teror yang dibangun, sekaligus melengkapi ancaman dari hantu utama, Mbah Marsiyem. Fajar menegaskan, seluruh karakter kameo dipilih dari internal rumah produksi tanpa melibatkan hantu dari luar semesta Rapi Films.

Selain kameo hantu, film ini juga menampilkan figur publik populer seperti kreator konten Eri Pras dan Tante Ernie. Fajar menilai kepribadian serta gaya interaksi mereka di media sosial selaras dengan nuansa komedi yang ingin dihadirkan, sekaligus cocok dengan karakter Nisa yang diperankan Wavi Zihan.

Menurut Fajar, karakter Nisa dirancang sebagai sosok yang antusias menghadapi fenomena mistis dan akrab dengan media sosial. Meski begitu, dinamika utama film tetap bertumpu pada kisah si kembar, Hestu dan Akbar, yang diperankan Angga Yunanda dan Dodit Mulyanto.

Perbedaan karakter keduanya—Hestu yang serius dan Akbar yang santai—menjadi penggerak humor alami di tengah situasi penuh ketegangan yang mereka alami.

Sementara itu, Sri Isworowati yang memerankan Mbah Marsiyem berharap film ini dapat mengubah cara pandang penonton muda terhadap sosok hantu di layar lebar.
“Film ini punya nilai pendidikan dan semangat. Jadi tidak perlu takut berlebihan pada hantu. Kalau melihat hantu, ingat saja Mbah Marsiyem,” ujarnya. Demi peran tersebut, Sri mengaku rela menjalani proses rias prostetik selama berjam-jam.

Film horor komedi garapan Fajar Martha Santosa ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 22 Januari 2026.

Bagikan Postingan
  • Related Posts

    City Gas Tour 2026: PGN Dorong Pemanfaatan Gas Bumi yang Efisien

    Bagikan Postingan

    JABAR PASS – Pemanfaatan gas bumi dinilai dapat memberikan efisiensi bagi masyarakat, tidak hanya sebagai sumber energi rumah tangga, tetapi juga untuk mendukung sektor transportasi dan kegiatan usaha. Hal tersebut…

    Bagikan Postingan

    Disbudpar Perkuat Branding Bandara Husein Sastranegara, Angkat Identitas Bandung hingga Karya Difabel

    Bagikan Postingan

    JABAR PASS – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung terus memperkuat branding pariwisata di Bandara Internasional Husein Sastranegara seiring kembali beroperasinya penerbangan komersial. Kepala Disbudpar Kota Bandung, Adi Junjunan…

    Bagikan Postingan

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You Missed

    CAMPUS LEAGUE 2026 – BADMINTON THE NATIONALS Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Berjaya, Tekuk Binus University Sabet Sektor Beregu dan Individu

    CAMPUS LEAGUE 2026 – BADMINTON THE NATIONALS Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Berjaya, Tekuk Binus University Sabet Sektor Beregu dan Individu

    Pakai CNG PGN, Hotel Platinum Yogyakarta Catat Efisiensi Biaya hingga 30%

    Marugame Udon Kaliurang Gunakan CNG Gagas, Konsumsi Capai 1.000 Meter Kubik per Bulan

    Campus League 2026 – Badminton The Nationals UNS Solo Berjaya Di Bandung, Raih Dua Gelar

    Campus League 2026 – Badminton The Nationals UNS Solo Berjaya Di Bandung, Raih Dua Gelar

    RSUP Dr. Sardjito Beralih ke Layanan Gas Bumi PGN, Operasional Rumah Sakit Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan

    Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp95 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp30 Ribu