JABAR PASS – Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk Pertamax Series, ditetapkan berdasarkan mekanisme pasar sesuai formula yang telah ditentukan pemerintah.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan bahwa BBM nonsubsidi memiliki harga jual yang disesuaikan dengan perkembangan kondisi pasar serta berbagai faktor ekonomi yang memengaruhi biaya pengadaan energi.
“BBM nonsubsidi seperti Pertamax Series merupakan produk yang harga jualnya disesuaikan dengan perkembangan kondisi pasar dan faktor-faktor ekonomi yang memengaruhi biaya pengadaan energi,” ujar Roberth dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Menurutnya, mekanisme penetapan dan penyesuaian harga tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menyatakan bahwa harga Pertamax Series mengikuti perkembangan parameter pasar sesuai formula yang berlaku.
Sementara itu, untuk BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar, pemerintah memastikan tidak ada perubahan harga.
Roberth menjelaskan, evaluasi harga BBM nonsubsidi pada prinsipnya dilakukan secara berkala setiap bulan dengan mempertimbangkan perkembangan parameter keekonomian.
“Pada prinsipnya, harga BBM nonsubsidi dievaluasi secara berkala setiap bulan sesuai perkembangan parameter keekonomian. Namun, implementasinya tetap memperhatikan kebijakan yang ditetapkan pemerintah,” katanya.
Di tengah dinamika global dan tren kenaikan harga minyak dunia akibat kondisi geopolitik, pemerintah berupaya menjaga stabilitas harga BBM nonsubsidi, khususnya Pertamax Series, agar tidak mengalami kenaikan yang signifikan.
Penyesuaian harga Pertamax yang dilakukan pada Juni 2026 mempertimbangkan fluktuasi harga pasar internasional dengan tetap memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat di dalam negeri. Saat ini, penyesuaian harga Pertamax hanya sebesar 50 persen dari selisih harga pasar.
Jika dibandingkan dengan harga BBM sejenis di negara-negara ASEAN, harga Pertamax dinilai masih lebih kompetitif sehingga diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung stabilitas perekonomian nasional.
Roberth menegaskan, Pertamina Patra Niaga berkomitmen menjalankan penugasan pemerintah sekaligus menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat.
“Kami mengajak masyarakat untuk memperoleh informasi dari kanal resmi pemerintah dan Pertamina, termasuk Pertamina Customer Solution 135, agar mendapatkan informasi yang utuh dan akurat,” ujarnya.
Penegasan ini juga menjadi klarifikasi atas perbincangan yang ramai di media sosial terkait anggapan bahwa harga Pertamax tidak selalu mengikuti pergerakan harga minyak dunia. Pertamina menegaskan bahwa penetapan harga BBM nonsubsidi tetap mengacu pada formula yang berlaku dan mempertimbangkan berbagai aspek ekonomi serta kebijakan pemerintah.







