JABAR PASS – Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) milik PT Pertamina (Persero) terpantau stabil, meskipun tensi geopolitik global meningkat sejak akhir Februari 2026.
Mengutip laman resmi Pertamina, Senin, harga Pertamax tetap Rp12.300 per liter dan Pertamax Green bertahan di Rp12.900 per liter. Namun, kenaikan terjadi pada sejumlah BBM nonsubsidi lainnya seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex sejak Sabtu (18/4/2026).
Berikut rincian harga BBM di SPBU Pertamina wilayah Jakarta:
* Pertalite: Rp10.000 per liter
* Solar subsidi: Rp6.800 per liter
* Pertamax: Rp12.300 per liter
* Pertamax Turbo: Rp19.400 per liter, naik dari Rp13.100
* Pertamax Green: Rp12.900 per liter
* Dexlite: Rp23.600 per liter, naik dari Rp14.200
* Pertamina Dex: Rp23.900 per liter, naik dari Rp14.500
Sementara itu, harga BBM di SPBU BP juga mengalami penyesuaian, terutama pada produk diesel. Rinciannya sebagai berikut:
* BP Ultimate: Rp12.930 per liter
* BP 92: Rp12.390 per liter
* BP Ultimate Diesel: Rp25.560 per liter, naik dari Rp14.620
Di sisi lain, SPBU Shell dan Vivo Energy belum mengumumkan perubahan harga sejak awal Maret 2026. Hingga kini, SPBU Shell dilaporkan masih mengalami kelangkaan stok BBM.
Adapun harga BBM di SPBU Shell sejak 1 Maret 2026 yakni:
* Shell Super: Rp12.390 per liter
* V-Power Diesel: Rp14.620 per liter
SPBU Vivo juga belum melakukan penyesuaian harga dan mulai mengalami keterbatasan stok untuk BBM jenis solar dan RON 95. Berikut daftar harga BBM Vivo per 1 Maret 2026:
* Revvo 92: Rp12.390 per liter
* Revvo 95: Rp12.930 per liter
* Diesel Primus: Rp14.610 per liter







