JABAR PASS – Pemerintah Kota Bandung menurunkan petugas kebersihan di ratusan titik strategis selama libur Idulfitri 1447 Hijriah guna menjaga kebersihan kota di tengah lonjakan aktivitas masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, Darto, menjelaskan bahwa pengelolaan sampah saat Idulfitri dilakukan dengan skema khusus. Salah satunya adalah penghentian sementara pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti pada H-1, Hari H, hingga H+1.
Masyarakat pun diimbau untuk menahan sampah organik selama tiga hari tersebut, mengingat tidak ada pengangkutan ke tempat pembuangan akhir.
Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan secara intensif di seluruh titik pantau guna memastikan kondisi lingkungan tetap terkendali.
Dari total personel yang diterjunkan, sebanyak 926 petugas bertugas pada H-1, 211 petugas saat Hari H, 640 petugas pada H+1, serta 1.025 petugas pada H+2. Selain itu, ratusan armada pendukung seperti truk pengangkut, kendaraan operasional, dan alat berat turut disiagakan.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa peran aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam pengendalian sampah selama Lebaran. Menurutnya, jumlah petugas yang ada tidak akan cukup tanpa dukungan warga.
Ia mengajak masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah, memisahkan antara sampah organik dan anorganik agar pengelolaannya lebih optimal.
Pemkot Bandung juga melakukan pengawasan langsung ke sejumlah titik rawan timbulan sampah, terutama di kawasan pasar. Salah satunya di Pasar Kiaracondong, di mana penataan pedagang kaki lima dilakukan untuk menjaga ketertiban dan kelancaran lalu lintas.
Pemerintah memastikan aktivitas ekonomi tetap berjalan, namun tidak mengganggu fungsi jalan dan ketertiban umum.
Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, Pemkot Bandung optimistis kebersihan kota tetap terjaga selama libur Idulfitri.
**Sumber:**
Diskominfo Kota Bandung (ray)








