Farhan Dorong Layanan Adminduk Digital yang Lebih Humanis dan Inklusif di Kota Bandung

JABAR PASS – Muhammad Farhan menegaskan komitmennya untuk mempercepat transformasi pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) yang berbasis digital, inklusif, dan responsif di Bandung. Menurutnya, pembenahan sistem ini menjadi fondasi penting dalam membangun pelayanan publik yang modern sekaligus berpihak pada warga.

Hal tersebut ia sampaikan saat membuka Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026 yang mengusung tema percepatan layanan adminduk digital di Mercure Bandung Nexa Supratman, Kamis, 12 Februari 2026.

Farhan menjelaskan, layanan adminduk bukan sekadar urusan administrasi, melainkan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat karena menyangkut hak dasar setiap warga negara. Data kependudukan yang akurat, kata dia, menjadi kunci integrasi berbagai layanan publik melalui sistem identitas tunggal berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Semua layanan publik hari ini bertumpu pada identitas kependudukan. Maka inovasi di Dukcapil bukan hanya soal dokumen, tetapi juga tentang kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan, digitalisasi harus menghadirkan kemudahan tanpa menghilangkan sentuhan empati. Salah satu inovasi yang didorong adalah percepatan penerbitan dokumen kematian, agar keluarga yang tengah berduka tidak lagi direpotkan proses administratif yang berlarut.

Menurut Farhan, teknologi seharusnya memperkuat sisi kemanusiaan dalam pelayanan, bukan sebaliknya.

Selain itu, ia juga mendorong kolaborasi lintas lembaga, mulai dari kelurahan, fasilitas kesehatan, lembaga peradilan, hingga Kantor Urusan Agama (KUA). Sinergi ini dinilai penting untuk memastikan proses administrasi berjalan cepat dan terintegrasi, sejak kelahiran hingga perubahan status keluarga.

Dalam kesempatan tersebut, Farhan turut menyoroti pentingnya pemanfaatan data kependudukan untuk mendukung kebijakan sosial dan ekonomi. Data Dukcapil, katanya, memiliki peran strategis dalam memetakan persoalan kemiskinan, akses jaminan kesehatan, hingga perencanaan pembangunan berbasis demografi produktif.

“Data yang jujur dan terbuka memungkinkan pemerintah menyusun solusi yang terstruktur. Dari situ kita bisa melihat persoalan stunting, sanitasi, hingga kesenjangan sosial secara lebih nyata,” ungkapnya.

Farhan mengingatkan, transformasi digital tidak boleh meninggalkan kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, perempuan, dan anak-anak. Justru, digitalisasi harus menjadi alat untuk memperluas akses dan menghadirkan keadilan layanan bagi semua.

Forum Konsultasi Publik ini dihadiri unsur pemerintah daerah, perwakilan Dukcapil provinsi dan kabupaten/kota, akademisi, serta organisasi masyarakat yang bersama-sama merumuskan penguatan sistem pelayanan kependudukan di Kota Bandung.

  • Berita Terkait

    Keseruan HUT Kemerdekaan RI ke 81 ala Warga RT. 01 Maleber Kota Bandung

    JABAR PASS – Keseruan HUT Kemerdekaan RI ke 81 masih terasa hingga tulisan ini diturunkan. Seperti terpantau ketika warga RT 01 RW 03 Maleber Kecamatan Andir Kota Bandung merayakannya. Warga…

    TPSS Gedebage Olah 20 Ton Sampah per Hari, Maggot Reduksi hingga 8 Ton Sampah Organik

    JABAR PASS  – Tempat Pengolahan Sampah Sementara (TPSS) Gedebage, Kota Bandung, terus mengembangkan pengolahan sampah berbasis sumber dengan memanfaatkan maggot sebagai salah satu metode untuk mengurangi volume sampah organik. Pengelola…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Baca Juga

    Keseruan HUT Kemerdekaan RI ke 81 ala Warga RT. 01 Maleber Kota Bandung

    • August 23, 2026
    • 90 views
    Keseruan HUT Kemerdekaan RI ke 81 ala Warga RT. 01 Maleber Kota Bandung

    TPSS Gedebage Olah 20 Ton Sampah per Hari, Maggot Reduksi hingga 8 Ton Sampah Organik

    • August 20, 2026
    • 80 views
    TPSS Gedebage Olah 20 Ton Sampah per Hari, Maggot Reduksi hingga 8 Ton Sampah Organik

    Bandung Bidik 24 Juta Kunjungan Wisatawan hingga Akhir 2026

    • August 20, 2026
    • 55 views
    Bandung Bidik 24 Juta Kunjungan Wisatawan hingga Akhir 2026

    Harga Pangan Nasional Kamis: Cabai Rawit Rp52.750, Telur Ayam Rp22.650 per Kg

    • August 20, 2026
    • 52 views
    Harga Pangan Nasional Kamis: Cabai Rawit Rp52.750, Telur Ayam Rp22.650 per Kg

    Harga Emas Antam Naik Rp80 Ribu, Tembus Rp2,725 Juta per Gram

    • August 20, 2026
    • 53 views
    Harga Emas Antam Naik Rp80 Ribu, Tembus Rp2,725 Juta per Gram

    Insidious Out of The Further, Bersatunya Kekuatan Iblis ke Dunia Nyata Ih Ngeri!

    • August 18, 2026
    • 94 views
    Insidious Out of The Further, Bersatunya Kekuatan Iblis ke Dunia Nyata Ih Ngeri!