UHC Jadi Tameng Warga Rentan, 72.000 Warga Bandung Terdaftar Sebagai PBI

Bagikan Postingan

JABAR PASS – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa Universal Health Coverage (UHC) harus menjadi tameng utama bagi warga rentan agar tetap mendapat layanan kesehatan tanpa hambatan.

Farhan menyoroti pergeseran kesejahteraan masyarakat. Meski angka kemiskinan Kota Bandung menurun, terdapat fenomena masyarakat yang mengalami penurunan derajat kesejahteraan dari desil 3 ke desil 2, bahkan ke desil 1. Artinya, jumlah warga di lapisan terbawah justru bertambah.

“Fenomena yang miskin makin miskin dan yang kaya makin kaya terjadi di Kota Bandung. Hal ini harus kita sikapi dengan bijak agar semua warga mendapatkan perlakuan adil,” ujar Farhan saat memimpin Apel Mulai Bekerja di Plaza Balai Kota Bandung, Senin (9/2/2026).

Ia menegaskan pentingnya peran pemerintah dalam menjamin pelayanan dasar, khususnya kesehatan, agar warga miskin tidak kehilangan akses karena persoalan administratif. Farhan menyinggung kebijakan penghapusan sejumlah peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan memastikan Pemkot Bandung bergerak cepat untuk memutakhirkan data.

Dari 71.000 warga yang sebelumnya dicoret dari daftar PBI, hasil verifikasi dan pembaruan data menunjukkan lebih dari 72.000 warga baru kini terdaftar sebagai penerima PBI.

“Alhamdulillah, dari 71.000 orang yang dicoret telah kita mutakhirkan, bahkan kita menambah lebih dari 72.000 warga menjadi penerima PBI,” ungkap Farhan.

Farhan juga meminta seluruh jajaran kewilayahan, Dinas Kesehatan, hingga fasilitas pelayanan publik seperti Puskesmas dan RSUD untuk proaktif di lapangan. Warga miskin yang belum memiliki BPJS atau terdaftar sebagai PBI harus segera didaftarkan melalui skema UHC.

“Apabila ada masyarakat miskin yang membutuhkan bantuan tapi belum memiliki BPJS atau tidak terdaftar sebagai PBI, segera daftarkan dan gunakan UHC,” tegasnya.

Menurut Farhan, kondisi fiskal Kota Bandung masih cukup kuat untuk menjamin pembiayaan UHC berjalan optimal. “Kesehatan merupakan hak dasar yang tidak boleh terhenti karena persoalan teknis,” katanya.

Selain isu kesehatan, Farhan juga menekankan tantangan lain, termasuk persoalan sampah, sejalan dengan program ASRI (Aman, Sehat, Bersih, dan Indah) yang diinstruksikan Presiden untuk diterapkan konsisten di daerah.

Ia menekankan agar seluruh ASN menjaga integritas pelayanan dan memastikan keadilan sosial hadir dalam setiap kebijakan pemerintah.

Bagikan Postingan
  • Related Posts

    City Gas Tour 2026: PGN Dorong Pemanfaatan Gas Bumi yang Efisien

    Bagikan Postingan

    JABAR PASS – Pemanfaatan gas bumi dinilai dapat memberikan efisiensi bagi masyarakat, tidak hanya sebagai sumber energi rumah tangga, tetapi juga untuk mendukung sektor transportasi dan kegiatan usaha. Hal tersebut…

    Bagikan Postingan

    Disbudpar Perkuat Branding Bandara Husein Sastranegara, Angkat Identitas Bandung hingga Karya Difabel

    Bagikan Postingan

    JABAR PASS – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung terus memperkuat branding pariwisata di Bandara Internasional Husein Sastranegara seiring kembali beroperasinya penerbangan komersial. Kepala Disbudpar Kota Bandung, Adi Junjunan…

    Bagikan Postingan

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You Missed

    CAMPUS LEAGUE 2026 – BADMINTON THE NATIONALS Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Berjaya, Tekuk Binus University Sabet Sektor Beregu dan Individu

    CAMPUS LEAGUE 2026 – BADMINTON THE NATIONALS Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Berjaya, Tekuk Binus University Sabet Sektor Beregu dan Individu

    Pakai CNG PGN, Hotel Platinum Yogyakarta Catat Efisiensi Biaya hingga 30%

    Marugame Udon Kaliurang Gunakan CNG Gagas, Konsumsi Capai 1.000 Meter Kubik per Bulan

    Campus League 2026 – Badminton The Nationals UNS Solo Berjaya Di Bandung, Raih Dua Gelar

    Campus League 2026 – Badminton The Nationals UNS Solo Berjaya Di Bandung, Raih Dua Gelar

    RSUP Dr. Sardjito Beralih ke Layanan Gas Bumi PGN, Operasional Rumah Sakit Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan

    Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp95 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp30 Ribu