JABAR PASS – Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat harga sejumlah komoditas pangan strategis di tingkat pedagang eceran masih berfluktuasi. Pada Rabu (10/6/2026), harga cabai rawit merah tercatat mencapai Rp95.150 per kilogram (kg), sementara telur ayam ras berada di level Rp32.050 per kg.
Berdasarkan data PIHPS, komoditas bawang merah dijual seharga Rp62.350 per kg dan bawang putih Rp45.300 per kg.
Untuk komoditas beras, harga beras kualitas bawah I tercatat Rp16.350 per kg dan kualitas bawah II Rp15.850 per kg. Sementara itu, beras kualitas medium I dijual Rp16.850 per kg dan medium II Rp17.150 per kg.
Adapun beras kualitas super I dibanderol Rp17.900 per kg, sedangkan kualitas super II Rp17.700 per kg.
Selain cabai rawit merah, PIHPS juga mencatat harga cabai merah besar mencapai Rp71.750 per kg, cabai merah keriting Rp78.000 per kg, dan cabai rawit hijau Rp65.650 per kg.
Untuk komoditas protein hewani, daging ayam ras segar dijual Rp39.550 per kg, daging sapi kualitas I Rp155.350 per kg, dan daging sapi kualitas II Rp145.550 per kg.
Sementara itu, harga gula pasir kualitas premium tercatat Rp22.850 per kg dan gula pasir lokal Rp20.050 per kg.
Pada komoditas minyak goreng, harga minyak goreng curah berada di angka Rp19.750 per liter. Sedangkan minyak goreng kemasan bermerek I dijual Rp24.050 per liter dan kemasan bermerek II sebesar Rp23.400 per liter.
Berikut daftar harga pangan nasional berdasarkan PIHPS:
- Cabai rawit merah: Rp95.150/kg
- Telur ayam ras: Rp32.050/kg
- Bawang merah: Rp62.350/kg
- Bawang putih: Rp45.300/kg
- Cabai merah besar: Rp71.750/kg
- Cabai merah keriting: Rp78.000/kg
- Cabai rawit hijau: Rp65.650/kg
- Daging ayam ras: Rp39.550/kg
- Daging sapi kualitas I: Rp155.350/kg
- Daging sapi kualitas II: Rp145.550/kg
- Gula pasir premium: Rp22.850/kg
- Gula pasir lokal: Rp20.050/kg
- Minyak goreng curah: Rp19.750/liter
- Minyak goreng kemasan I: Rp24.050/liter
- Minyak goreng kemasan II: Rp23.400/liter.
Data tersebut merupakan harga rata-rata nasional di tingkat pedagang eceran dan dapat berbeda di setiap daerah sesuai kondisi pasokan dan permintaan pasar.






