Lengkapi Imunisasi, Wujudkan Bandung Sehat Berdaya Menuju Bandung Utama

JABAR PASS – Imunisasi menjadi investasi kesehatan jangka panjang untuk melindungi individu sekaligus membentuk kekebalan kelompok (herd immunity). Karena itu, masyarakat diajak melengkapi imunisasi sesuai jadwal sebagai langkah mewujudkan generasi sehat dan mendukung terwujudnya Bandung Sehat Berdaya menuju Bandung Utama.

Ajakan tersebut disampaikan dalam Sonata Talkshow bertema “Vaksin Melindungi, Imunisasi Menyelamatkan: Bersama Wujudkan Bandung Sehat” pada Rabu (22/7/2026).

Talkshow menghadirkan Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Dr. dr. Agung Firmansyah Sumantri, Sp.PD., KHOM., MMRS., FINASIM, serta Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr. Dadan Mulyana Kosasih, Sp.DLP., PhD.

Mengawali diskusi, Agung menjelaskan, vaksin dan imunisasi merupakan dua hal yang berbeda. Vaksin adalah produk yang mengandung antigen. Sedangkan imunisasi merupakan proses pemberian vaksin agar tubuh membentuk kekebalan terhadap penyakit tertentu.

“Vaksin adalah produknya, sedangkan imunisasi adalah prosesnya. Manfaat vaksin akan diperoleh ketika diberikan melalui proses imunisasi,” ujarnya.

Menurutnya, imunisasi tidak hanya melindungi individu, tetapi juga membantu membentuk herd immunity sehingga penyebaran penyakit di masyarakat dapat ditekan.

Agung menjelaskan, pemberian vaksin kini menggunakan pendekatan siklus kehidupan, mulai dari bayi, anak, remaja, dewasa, hingga lanjut usia sesuai kebutuhan masing-masing kelompok umur.

Ia juga mengingatkan orang tua untuk memastikan anak memperoleh imunisasi lengkap sesuai jadwal dan menyimpan kartu imunisasi agar tidak ada dosis yang terlewat.

“Vaksin melindungi individu, tetapi imunisasi menyelamatkan generasi. Mari lengkapi imunisasi, karena mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Bersama kita wujudkan Bandung Sehat Berdaya menuju Bandung Utama,” pungkas Agung.

Sementara itu, Dadan mengungkapkan, cakupan imunisasi Kota Bandung hingga 2026 masih berada pada kategori menengah dan belum sepenuhnya mencapai target pemerintah.

“Target cakupan imunisasi harus tercapai agar terbentuk herd immunity. Kalau target itu tidak tercapai, kekebalan masyarakat terhadap penyakit tertentu juga tidak terbentuk secara optimal,” katanya.

Ia menjelaskan, sejumlah tantangan masih dihadapi, mulai dari hoaks dan keraguan masyarakat terhadap imunisasi, perbedaan data sasaran dengan kondisi di lapangan, hingga mobilitas penduduk yang menyebabkan riwayat imunisasi anak tidak tercatat secara optimal.

Selain itu, masih banyak layanan imunisasi yang diberikan rumah sakit maupun dokter spesialis anak belum seluruhnya dilaporkan ke dalam Sistem ASIK (Aplikasi Sehat Indonesiaku).

“Kementerian Kesehatan menilai data yang masuk ke dalam sistem. Jika tidak diinput, secara administrasi pelayanan tersebut dianggap tidak ada,” jelasnya.

Karena itu, Dinas Kesehatan Kota Bandung terus mendorong seluruh fasilitas pelayanan kesehatan untuk melaporkan setiap layanan imunisasi melalui Sistem ASIK agar data menjadi lebih akurat sebagai dasar perencanaan pembangunan kesehatan.

Di sisi lain, pemerintah juga memperluas akses pelayanan melalui Posyandu. Saat ini terdapat lebih dari 2.000 Posyandu di Kota Bandung, sekitar 1.500 di antaranya telah aktif memberikan layanan imunisasi.

“Kami terus memperluas akses agar masyarakat semakin mudah mendapatkan layanan imunisasi,” ujar Dadan.

Selain memperkuat layanan, Dinas Kesehatan juga meningkatkan edukasi melalui media digital, media sosial, kader kesehatan, tokoh masyarakat, dan tokoh agama untuk menangkal hoaks dengan memperbanyak informasi yang benar.

Dadan menuturkan, imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan paling efektif dan efisien. Selain melindungi anak dari penyakit, imunisasi juga membantu melindungi kelompok yang tidak dapat menerima vaksin.

“Biaya imunisasi jauh lebih ringan dibandingkan biaya pengobatan penyakit yang sebenarnya dapat dicegah,” katanya.

  • Berita Terkait

    Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar Siapkan Penataan Ulang Teras Cihampelas, Revitalisasi Tunggu Verifikasi Aset

    JABAR PASS  – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan berkolaborasi melakukan penataan ulang kawasan Teras Cihampelas. Rencana revitalisasi tersebut menyusul rampungnya proses administrasi pengalihan aset yang…

    Jadwal Lengkap Piala Presiden 2026: Persib vs Arema Jadi Laga Pembuka di Si Jalak Harupat

    JABAR PASS  – Turnamen pramusim Piala Presiden 2026 akan resmi bergulir mulai Sabtu (25/7/2026) di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Laga pembuka menghadirkan duel klub luar negeri, DPMM FC…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Baca Juga

    Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar Siapkan Penataan Ulang Teras Cihampelas, Revitalisasi Tunggu Verifikasi Aset

    • July 23, 2026
    • 10 views
    Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar Siapkan Penataan Ulang Teras Cihampelas, Revitalisasi Tunggu Verifikasi Aset

    Lengkapi Imunisasi, Wujudkan Bandung Sehat Berdaya Menuju Bandung Utama

    • July 23, 2026
    • 9 views
    Lengkapi Imunisasi, Wujudkan Bandung Sehat Berdaya Menuju Bandung Utama

    Jadwal Lengkap Piala Presiden 2026: Persib vs Arema Jadi Laga Pembuka di Si Jalak Harupat

    • July 23, 2026
    • 7 views
    Jadwal Lengkap Piala Presiden 2026: Persib vs Arema Jadi Laga Pembuka di Si Jalak Harupat

    Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Rp95.000/Kg, Telur Ayam Ras Rp35.000/Kg

    • July 23, 2026
    • 8 views
    Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Rp95.000/Kg, Telur Ayam Ras Rp35.000/Kg

    Patroli Gabungan dan Pengawasan 24 Jam, Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Bandung

    • July 23, 2026
    • 12 views
    Patroli Gabungan dan Pengawasan 24 Jam, Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Bandung

    BERDAMAI DENGAN TREN WISATAWAN

    • July 23, 2026
    • 15 views
    BERDAMAI DENGAN TREN WISATAWAN