JABAR PASS – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menegaskan komitmennya menjadikan sektor olahraga sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Fokusnya tak hanya mengejar prestasi atlet, tetapi juga mendorong pengembangan sport tourism atau wisata olahraga di Kota Kembang.
Komitmen itu disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat menghadiri malam penghargaan atlet pelajar berprestasi Kota Bandung pada ajang Popda, Peparda, Popnas, dan Peparpenas 2025 di Grand Pasundan, Senin (25/5/2026).
“Selama saya menjadi wali kota, Kota Bandung harus menjadi kota yang sangat serius dalam urusan olahraga. Kalau tidak serius, untuk apa kita punya sistem olahraga nasional, desain besar olahraga, hingga kementerian dan dinas olahraga,” ujar Farhan.
Farhan mengungkapkan, Pemkot Bandung akan mulai melakukan pembenahan besar terhadap sarana olahraga di berbagai titik. Langkah itu sekaligus menjawab tantangan dari Gubernur Jawa Barat agar Kota Bandung memiliki pusat pelatihan olahraga bertaraf internasional.
Menurutnya, sejumlah kawasan potensial akan dikembangkan, mulai dari kawasan Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), arena pacuan kuda, hingga kawasan Tegalega.
“Kota Bandung harus menjadi pusat perkembangan dan prestasi olahraga di Jawa Barat,” katanya.
Pada malam penghargaan tersebut, suasana berlangsung hangat dan penuh semangat. Farhan beberapa kali melontarkan candaan kepada para atlet dan pelatih yang hadir. Ia juga memberikan penghormatan khusus kepada para orang tua atlet yang dinilai memiliki peran besar dalam perjalanan prestasi anak-anak mereka.
“Bangun jam empat pagi, pulang sore setiap hari demi prestasi terbaik. Saatnya sekarang kita memberikan apresiasi terbaik untuk para atlet Kota Bandung,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung, Sigit Iskandar, mengungkapkan capaian olahraga Kota Bandung sepanjang 2025 menunjukkan hasil membanggakan.
Pada ajang Popda 2025, Kota Bandung keluar sebagai juara umum dengan raihan 197 medali, terdiri atas 92 emas, 53 perak, dan 52 perunggu. Sedangkan pada Peparda 2025, Kota Bandung menempati posisi kedua dengan total 31 medali.
Tak hanya itu, atlet-atlet Kota Bandung juga turut menyumbangkan lima medali emas bagi kontingen Jawa Barat pada ajang Popnas.
“Ini membuktikan pembinaan atlet di Kota Bandung berjalan konsisten melalui sinergi pemerintah, KONI, NPCI, pengurus cabang olahraga, hingga klub pembinaan,” ujar Sigit.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemkot Bandung memberikan uang kadeudeuh kepada atlet, pelatih, ofisial, manajer, hingga wasit dan juri berprestasi. Atlet perorangan peraih emas Popda dan Peparda menerima penghargaan sebesar Rp13 juta, sementara atlet yang belum meraih medali tetap memperoleh apresiasi Rp500 ribu.
“Ini adalah bentuk kanyaah Kota Bandung kepada atlet-atletnya,” pungkasnya. *(ziz)*








