JABAR PASS – Antusiasme jutaan bobotoh dalam merayakan gelar juara Persib Bandung kembali mengubah wajah Kota Bandung. Arak-arakan kemenangan yang dimulai dari kawasan Gedung Sate menuju Pendopo Kota Bandung berlangsung meriah, meski diwarnai kepadatan luar biasa di sejumlah ruas jalan utama.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan tingginya animo masyarakat membuat perjalanan rombongan berlangsung jauh lebih lama dari target awal.
“Berjalan sih bisa, dikatakan lancar tidak juga karena sangat padat. Jadi memang sangat tersendat. Target kita seharusnya sampai pukul 11.00 WIB, tetapi sampai pukul 13.00 WIB pun belum tiba,” ujar Farhan di Pendopo Kota Bandung, Minggu (24/5/2026).
Menurut Farhan, euforia kemenangan Persib kali ini memiliki nuansa berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya pusat keramaian lebih terfokus di kawasan Gasibu, kali ini lautan bobotoh memenuhi hampir seluruh jalur konvoi dari Gedung Sate hingga Pendopo.
“Tahun lalu dari Balai Kota ke Gedung Sate, sekarang dari Gedung Sate ke Pendopo. Karena hari ini adalah sejarah,” katanya.
Ia menjelaskan, kepadatan terjadi karena masyarakat tersebar di sepanjang jalur konvoi, sehingga membuat pergerakan rombongan melambat.
“Kalau tahun lalu kawasan Gasibu masih dibuka sehingga orang terpusat di sana. Sekarang kapasitas seperti di Gasibu itu tersebar sepanjang jalan, jadi massa memenuhi hampir seluruh ruas jalur,” ucapnya.
Di tengah kemeriahan tersebut, Farhan mengaku sempat turun langsung menertibkan sejumlah kendaraan yang parkir sembarangan dan menghambat akses jalan. Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi selama rangkaian perayaan berlangsung.
“Saya terpaksa menertibkan beberapa pihak. Parkir sembarangan dan menghalangi jalan. Untuk itu saya mohon maaf kepada warga atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ujarnya.
Perayaan juara kali ini juga terasa semakin emosional dengan hadirnya sejumlah legenda Persib, termasuk skuad juara musim 1994–1995 di bawah arahan Indra Thohir. Kehadiran para legenda menambah makna historis dalam momen yang disebut sebagai salah satu perayaan terbesar dalam sejarah sepak bola Kota Bandung.
Farhan memperkirakan antusiasme masyarakat masih akan terasa dalam beberapa waktu ke depan. Namun demikian, aktivitas perayaan akan disterilkan sementara pada Senin (25/5/2026) sehubungan dengan agenda kunjungan Presiden Republik Indonesia ke Kota Bandung.
“Saya memperkirakan besok masih ramai. Tetapi pada hari Senin beberapa titik akan kami sterilkan sementara karena ada kunjungan RI 1,” tuturnya.
Pemerintah Kota Bandung mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban, keselamatan, dan kebersihan selama merayakan keberhasilan Persib mencetak sejarah sebagai tim pertama yang meraih hattrick juara liga Indonesia era modern.
Plh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung
Andri Darusman






