JABAR PASS – Film horor komedi Indonesia Ghost in the Cell mencatat pencapaian impresif dengan meraih **3,2 juta penonton** sejak tayang perdana di bioskop Tanah Air pada **16 April 2026**.
Kabar tersebut disampaikan produser Tia Hasibuan dari Come and See Pictures saat pembukaan acara **Macabre Art Installation Ghost in the Cell** di kawasan Melawai, Jakarta Selatan, Sabtu (16/5).
“Kalau kita lihat jumlah penonton filmnya di Indonesia tuh per hari ini 3,2 juta, sebagian besar kan di Jakarta ya, paling banyak bioskop kan di Jakarta. Kami ingin, salah satunya, ingin bawa penonton filmnya untuk bisa menikmati si art installation ini secara langsung,” ujar Tia.
Kesuksesan film garapan sutradara Joko Anwar itu juga membawa langkah ekspansi ke pasar internasional dengan target penayangan di **86 negara**.
Tia mengungkapkan, saat ini film tersebut sudah mulai tayang di sejumlah negara Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, Kamboja, dan Thailand sejak 7 Mei lalu, serta akan segera menyusul di Taiwan.
“Jadi sekarang tuh so far selain Indonesia, kita udah tayang di Singapura, Malaysia, Kamboja, Thailand itu tanggal 7 Mei, sama Taiwan sebentar lagi,” katanya.
Distribusi internasional film ini akan dilakukan secara bertahap hingga akhir tahun menyesuaikan jadwal tayang masing-masing negara.
“Sampai akhir tahun masih akan ada negara yang baru menayangkan film ini di wilayah mereka. Jadi saat ini fokus kami memang pada distribusi internasional itu,” tambahnya.
Tak berhenti di layar lebar, kesuksesan “Ghost in the Cell” juga akan dikembangkan ke panggung pertunjukan musikal pada tahun depan.
Menurut Tia, sejak awal naskah film ini memang dirancang untuk dapat diadaptasi menjadi musikal.
“Memang sebenarnya si Ghost in the Cell ini ketika Abang (Joko Anwar) tulis skenarionya, memang dari awal sudah kita rencanakan untuk kami jadikan musikal. Jadi makanya skenario film ini agak berbeda. Scene-nya sedikit, tapi panjang-panjang. Jadi memang seperti musikal,” jelasnya.
Untuk proyek musikal tersebut, pihak rumah produksi berencana membuka **audisi umum** guna mencari talenta baru yang akan terlibat sebagai pemain.
Langkah ini diharapkan semakin memperluas semesta “Ghost in the Cell” sekaligus membawa karya perfilman Indonesia ke panggung hiburan internasional.








