JABAR PASS – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyediakan fasilitas sertifikasi kompetensi secara gratis bagi alumni Program Magang Nasional atau MagangHub guna meningkatkan daya saing tenaga kerja di dunia industri.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan sertifikasi kompetensi menjadi bagian penting yang melengkapi sertifikat kelulusan yang diperoleh peserta setelah mengikuti program magang selama sekitar enam bulan.
“Pemerintah memfasilitasi sertifikasi bagi peserta MagangHub yang telah menyelesaikan program pemagangan guna meningkatkan daya saing tenaga kerja,” ujar Yassierli dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Menurutnya, sertifikasi kompetensi yang diterbitkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) merupakan bukti pengakuan atas kemampuan dan keterampilan yang dimiliki peserta, sehingga dapat memperbesar peluang mereka untuk terserap di dunia kerja.
Program sertifikasi tersebut difasilitasi secara gratis oleh Kemnaker melalui jaringan balai pelatihan vokasi yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Yassierli menjelaskan, alumni Program Magang Nasional yang ingin memperoleh sertifikat kompetensi BNSP diwajibkan mendaftar secara daring dan memilih salah satu dari 15 skema sertifikasi yang tersedia sesuai bidang serta pengalaman kerja selama mengikuti magang.
Setelah menyelesaikan pendaftaran, peserta akan mengikuti uji kompetensi secara tatap muka di 21 Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang berada dalam jaringan Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP) Kemnaker.
“Pelaksanaan uji kompetensi dilakukan secara offline di 21 Lembaga Sertifikasi Profesi melalui jaringan UPTP Kemnaker yang tersebar di berbagai daerah,” katanya.
Sebanyak 21 UPTP tersebut terdiri atas enam Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP), yakni di Bandung, Bekasi, Makassar, Medan, Semarang, dan Serang.
Selain itu, terdapat 15 Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) yang berada di Ambon, Banda Aceh, Bandung Barat, Bantaeng, Banyuwangi, Belitung, Kendari, Lombok Timur, Padang, Pangkep, Samarinda, Sidoarjo, Sorong, Surakarta, dan Ternate.
Yassierli menegaskan seluruh proses sertifikasi kompetensi bagi alumni Program Magang Nasional tidak dipungut biaya.
“Sertifikasi tersebut menjadi bukti valid atas keterampilan yang dikuasai sehingga memudahkan peserta untuk diserap oleh industri,” ujarnya.
Sementara itu, pemerintah terus memperluas Program Magang Nasional 2026 dengan target menjangkau hingga 150 ribu peserta di berbagai sektor industri.








