Wakil Wali Kota Bandung: Sampah Bukan Lagi Masalah Nomor Satu, Tapi Tetap Prioritas

JABAR PASS .- Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menegaskan bahwa meskipun persoalan sampah kini tidak lagi menempati urutan teratas sebagai masalah utama di Kota Bandung, isu tersebut tetap menjadi fokus penanganan serius Pemerintah Kota.

Menurut Erwin, saat ini tantangan utama yang dihadapi Kota Bandung mencakup kemacetan, pengangguran, dan pengolahan sampah.

“Dulu masalah nomor satu di Bandung adalah sampah. Sekarang turun ke peringkat tiga, tapi tetap menjadi prioritas. Saat ini masalah utama meliputi kemacetan, pengangguran, dan pengolahan sampah,” ujar Erwin di Balai Kota Bandung, Senin, 25 Agustus 2025.

Berdasarkan data Pemkot Bandung, volume sampah harian yang dihasilkan warga mencapai 1.496,3 ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.000 ton masih dibuang ke TPA Sarimukti, sementara 496,3 ton telah diolah melalui berbagai metode, antara lain:

  • Insinerator dengan teknologi Motah (kapasitas 8–16 ton per hari)

  • Kawasan Bebas Sampah (KBS)

  • Bank Sampah

  • Program Reduce to Fertilizer (RTF) di beberapa RW

  • Budidaya maggot

  • Pengomposan mandiri

Erwin menjelaskan bahwa saat ini 136 titik penumpukan sampah di Kota Bandung telah berhasil ditangani. Fokus selanjutnya adalah mengoptimalkan pengolahan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS).

Pemkot Bandung menerapkan strategi tiga tahap dalam pengelolaan sampah, yaitu:

  1. Penanganan – memastikan tidak ada lagi penumpukan sampah di jalanan

  2. Pemulihan – memperbaiki kondisi lingkungan di sekitar TPS

  3. Penormalan – menjaga keberlangsungan sistem agar tidak terjadi krisis kembali

Saat ini, Bandung telah mengoperasikan 7–9 unit insinerator, hasil kerja sama dengan pihak swasta, pengadaan APBD, dan bantuan dari TNI. Selain itu, Pemkot sedang menyiapkan 84 unit tambahan insinerator di kawasan Bandung Raya, dengan estimasi anggaran sekitar Rp117 miliar.

Pemerintah pusat juga bekerja sama dengan Pemkot Bandung dan Pemprov Jawa Barat dalam proses transisi menuju penggunaan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF). Sampah yang diolah menjadi RDF ini akan digunakan sebagai bahan bakar alternatif di pabrik semen Sukabumi.

“RDF ini program langsung dari Presiden. Bandung akan menjadi bagian dari pilot project tersebut,” tegas Erwin.

Dari sisi pembiayaan, Pemkot Bandung membuka opsi Public Private Partnership (PKS) dengan skema tipping fee Rp350.000 per ton. Di samping itu, sebagian unit mesin insinerator tetap dibeli menggunakan dana APBD.

Untuk mendorong partisipasi masyarakat, Pemkot meluncurkan Program Prakarsa, yang mengalokasikan dana Rp200 juta untuk setiap RW yang sudah menjadi Kawasan Bebas Sampah (KBS) dan Rp100 juta untuk RW yang baru memulai program. Dana tersebut dapat digunakan untuk berbagai kegiatan pengelolaan sampah sesuai kebutuhan wilayah masing-masing.

“Saya berharap tahun 2026 semua RW di Bandung sudah menjadi Kawasan Bebas Sampah. Target tahun ini saja minimal 700 RW sudah menerapkan KBS,” kata Erwin.

Seluruh insinerator yang dioperasikan di Bandung mengacu pada Permen LHK No. 70/2016 tentang baku mutu emisi dan PP No. 22/2021 tentang kualitas udara ambien. Teknologi insinerator Motah dipilih karena telah memenuhi uji laboratorium untuk emisi, sedimen, serta memiliki sertifikasi RSNI.

“Insinerator Motah sudah teruji secara laboratorium, bahkan abu pembakarannya bisa dimanfaatkan untuk bahan paving block atau campuran semen,” jelasnya.

Untuk memastikan keamanan, Pemkot Bandung juga akan memasang sensor emisi gas buang di seluruh unit insinerator, dengan target penyelesaian pemasangan pada akhir tahun 2025.

  • Berita Terkait

    Faskes Dilarang Tolak Warga yang Membutuhkan Perawatan

    JABAR PASS – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperkuat perlindungan hak masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan melalui penerbitan Surat Edaran Nomor 092-Dinkes/2026 tentang Imbauan Tidak Menolak Memberikan Pelayanan Kesehatan di Fasilitas…

    Pemkot Bandung Perkuat Komitmen Wujudkan Kota Ramah Lansia

    JABAR PASS  – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menegaskan komitmennya untuk mewujudkan kota yang ramah lansia melalui berbagai program yang menjamin kesehatan, perlindungan sosial, ruang publik yang inklusif, serta kesempatan bagi…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Baca Juga

    H.A. MULYANA NAHKODAI PECASI JABAR, SINERGIKAN STRATEGI, SIAP REBUT KEMBALI KIBLAT CATUR NASIONAL DI PON

    • June 22, 2026
    • 4 views
    H.A. MULYANA NAHKODAI PECASI JABAR, SINERGIKAN STRATEGI, SIAP REBUT KEMBALI KIBLAT CATUR NASIONAL DI PON

    PGN Siap Datangkan Pasokan Gas Bumi dari Lapangan Sengeti, Ubah Stranded Gas Jadi Energi Berkelanjutan

    • June 22, 2026
    • 6 views
    PGN Siap Datangkan Pasokan Gas Bumi dari Lapangan Sengeti, Ubah Stranded Gas Jadi Energi Berkelanjutan

    Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp83.550 per Kg, Telur Ayam Ras Rp31.600 per Kg

    • June 22, 2026
    • 7 views
    Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp83.550 per Kg, Telur Ayam Ras Rp31.600 per Kg

    Harga Emas Antam Tak Bergerak, Tetap Rp2,668 Juta per Gram pada 22 Juni 2026

    • June 22, 2026
    • 6 views
    Harga Emas Antam Tak Bergerak, Tetap Rp2,668 Juta per Gram pada 22 Juni 2026

    Faskes Dilarang Tolak Warga yang Membutuhkan Perawatan

    • June 22, 2026
    • 8 views
    Faskes Dilarang Tolak Warga yang Membutuhkan Perawatan

    Pemkot Bandung Perkuat Komitmen Wujudkan Kota Ramah Lansia

    • June 21, 2026
    • 8 views
    Pemkot Bandung Perkuat Komitmen Wujudkan Kota Ramah Lansia