JABAR PASS – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat peran lembaga kursus dan pelatihan sebagai langkah strategis untuk menekan angka pengangguran sekaligus menjawab kesenjangan antara pendidikan formal dan kebutuhan dunia kerja.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, keberadaan lembaga kursus dan pelatihan memiliki peran penting dalam menjembatani ketidaksesuaian kompetensi tenaga kerja yang selama ini terjadi di pasar kerja.
“Peran kursus dan pelatihan sangat penting terutama untuk menjembatani ketidaksesuaian antara pendidikan formal dan kebutuhan lapangan pekerjaan,” kata Farhan di Graha Merah Putih Telkom Indonesia, Rabu, 22 April 2026.
Ia menjelaskan, fenomena mismatch tersebut tidak hanya terjadi di Kota Bandung, tetapi juga menjadi tantangan di berbagai daerah. Karena itu, penguatan lembaga kursus dan pelatihan dinilai menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Untuk mendukung upaya tersebut, Pemkot Bandung melalui kolaborasi Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), serta dukungan DPRD Kota Bandung, terus memperluas akses masyarakat terhadap berbagai program pelatihan keterampilan.
Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kompetensi angkatan kerja, khususnya masyarakat usia produktif agar lebih siap menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang.
Farhan mengungkapkan, tingkat pengangguran di Kota Bandung saat ini tercatat sebesar 7,44 persen. Pemerintah menargetkan angka tersebut dapat ditekan melalui peningkatan keterampilan tenaga kerja berbasis pelatihan.
Ia juga menekankan pentingnya adaptasi berkelanjutan bagi lembaga kursus dan pelatihan. Menurutnya, perkembangan teknologi dan kebutuhan industri yang berubah cepat menuntut lembaga pelatihan untuk terus memperbarui programnya.
“Lembaga kursus dan pelatihan harus terus berkembang seiring dengan perubahan teknologi dan kebutuhan keterampilan di dunia kerja,” tuturnya.







