Jamaah Dirawat di KKHI Tetap Bisa Ikuti Puncak Ibadah Haji 2025

JABAR PASS – Tim Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memastikan jamaah yang sedang dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) tetap dapat mengikuti rangkaian ibadah saat puncak haji 2025.

Meski kondisi fisik mereka tidak sekuat jamaah lainnya, mereka tetap difasilitasi penuh agar bisa menjalankan ibadah haji secara sah dan sesuai syariat. Kepala Seksi Kesehatan Daker Madinah, dr. Novitasari Nurlaila, menegaskan bahwa proses evakuasi pasien KKHI ke Makkah harus selesai sebelum 31 Mei 2025.

“Semuanya harus sudah dievakuasi sebelum tanggal tersebut agar siap mengikuti puncak haji,” jelasnya di Jakarta, Minggu.

Saat ini, terdapat 14 jamaah dirawat di KKHI Madinah dan 37 lainnya di Rumah Sakit Arab Saudi, sebagian besar karena penyakit kronis seperti jantung, paru-paru, diabetes, dan hipertensi.

Jamaah yang membaik akan dipindahkan dari rumah sakit ke KKHI untuk observasi, sebelum diberangkatkan ke Makkah dalam keadaan berihram. Bagi jamaah laki-laki, niat ihram akan diambil di KKHI. Jika kondisi memungkinkan, mereka langsung ke hotel. Namun bila masih butuh pemantauan, akan dirujuk ke KKHI Makkah.

Novi mengingatkan agar semua jamaah menjaga kondisi tubuh dengan memakai masker, kacamata hitam, banyak minum dalam porsi kecil, serta membatasi aktivitas fisik.

“Kami ingin jamaah tetap kuat hingga puncak ibadah di Arafah. Ikuti arahan petugas kesehatan agar ibadah berjalan aman dan nyaman,” ujarnya.

Konsultan Ibadah Haji Kemenag, Aswadi Syuhadak, mengapresiasi semangat jamaah Indonesia yang tetap ingin menuntaskan seluruh rangkaian haji sesuai kemampuan fisik.

Untuk jamaah yang dirawat, selain berniat ihram, mereka juga dianjurkan mengucap niat isytirath—niat yang memungkinkan jamaah mengakhiri ihram bila terhalang kondisi kesehatan. Jika tak mampu melaksanakan umrah wajib, mereka disarankan mengubah niat dari tamattu’ menjadi qiran, agar tetap bisa menunaikan haji dan umrah dalam satu rangkaian.

Aswadi juga menegaskan bahwa jamaah yang tidak mampu melaksanakan lempar jumrah akan dibolehkan mewakilkan ibadah tersebut.

Pemerintah berharap dengan dukungan medis, bimbingan fikih, dan semangat para jamaah, seluruh rangkaian ibadah haji tahun ini dapat dilaksanakan secara sah, aman, dan lancar.

Berita Terkait

Bandung Bidik 24 Juta Kunjungan Wisatawan hingga Akhir 2026

JABAR PASS  – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menargetkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Bandung mencapai 23-24 juta kunjungan hingga akhir 2026. Kembali beroperasinya penerbangan jet di Bandara Internasional Husein Sastranegara…

Tesavara Resmi Rebranding, Usung Konsep Refined Label dengan Desain Timeless

JABAR PASS – Memasuki tahun kesembilannya di industri fashion, PT Isvara melalui brand fesyen perempuan Tesavara resmi melakukan rebranding sebagai bagian dari langkah strategis untuk memperkuat identitas dan arah pengembangan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

MEGATREN MICRO TOURISM

  • August 28, 2026
  • 63 views
MEGATREN MICRO TOURISM

143 Ribu Warga Bandung Terima Bantuan Beras, Penyaluran Digelar Serentak di 30 Kecamatan

  • August 27, 2026
  • 36 views
143 Ribu Warga Bandung Terima Bantuan Beras, Penyaluran Digelar Serentak di 30 Kecamatan

Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp81.800, Telur Ayam Rp28.860 per Kg

  • August 27, 2026
  • 38 views
Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp81.800, Telur Ayam Rp28.860 per Kg

Paket Santet, Teror Maut Paket Misterius yang Mengancam Jiwa! Ini Sinopsis Plus Trailernya!

  • August 26, 2026
  • 72 views
Paket Santet, Teror Maut Paket Misterius yang Mengancam Jiwa! Ini Sinopsis Plus Trailernya!

Pemkot Bandung Bidik Pasar Baru-Pecinan Lama Jadi Kawasan Kuliner Berkelas Dunia

  • August 26, 2026
  • 54 views
Pemkot Bandung Bidik Pasar Baru-Pecinan Lama Jadi Kawasan Kuliner Berkelas Dunia

Pesta Biru: Wali Kota Apresiasi Persib yang Terus Dekat dengan Warga

  • August 26, 2026
  • 52 views
Pesta Biru: Wali Kota Apresiasi Persib yang Terus Dekat dengan Warga