Deklarasikan Sekolah Ramah Anak 2025: Sekolah Harus Jadi Rumah Kedua bagi Anak

JABAR PASS – Sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga harus menjadi rumah kedua bagi anak-anak. Sekolah yang ramah anak harus menghadirkan suasana hangat dan penuh kepedulian, seperti halnya keluarga di rumah.

Hal ini dilontarkan Bunda Forum Anak Kota Bandung, Aryatri Benarto saat acara “Deklarasi Sekolah Ramah Anak Tingkat Kota Bandung Tahun 2025” yang digelar di Sekolah Taruna Bakti, Jumat 10 Oktober 2025.

“Sekolah seharusnya menjadi rumah kedua bagi anak-anak, tempat mereka merasa aman, diperhatikan, dan dihargai seperti di rumah sendiri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sekolah ramah anak bukan hanya soal fasilitas, tetapi tentang membangun budaya positif di lingkungan pendidikan.

“Sekolah ramah anak bukan sekadar fasilitas, tetapi tentang tiga pilar penting: seluruh tenaga pendidik, peserta didik, dan lingkungan sekolah yang bersama-sama menciptakan suasana tanpa kekerasan, diskriminasi, dan tekanan mental,” tambahnya.

Menurutnya, melalui sekolah ramah anak, hubungan antara guru dan murid diharapkan lebih humanis dan partisipatif.

“Guru bukan hanya pengajar, tapi juga pembimbing, sahabat, dan orang tua bagi anak di sekolah. Komunikasi yang baik antara guru, murid, dan pihak sekolah menjadi kunci agar anak merasa aman dan terlindungi,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan kebanggaannya bisa menjadi bagian dari gerakan bersama untuk mewujudkan Kota Bandung sebagai Kota Layak Anak (KLA).

“Momen ini menjadi langkah nyata agar anak-anak di Kota Bandung bisa tumbuh nyaman dan mendapatkan dukungan optimal bagi tumbuh kembangnya,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bandung, Uum Sumiati menilai sekolah berperan penting dalam pembentukan karakter dan tumbuh kembang anak.

“Lingkungan sekolah punya peran besar dalam membantu anak membangun karakter, kemampuan bersosialisasi, dan rasa percaya diri,” kata Uum.

Bagi Uum, sekolah ramah anak mencakup semua satuan pendidikan baik formal, nonformal, maupun informal yang memastikan terpenuhinya hak dan perlindungan anak.

“Sekolah harus memiliki mekanisme yang jelas untuk melindungi anak dan menindaklanjuti pengaduan jika terjadi kekerasan di lingkungan pendidikan,” ujar Uum

  • Berita Terkait

    Layanan Paspor di MPP Kota Bandung Selalu Penuh, Proses Cepat dan Ramah Jadi Daya Tarik

    JABAR EKSPRES  – Layanan pembuatan paspor di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bandung terus diminati masyarakat. Tingginya antusiasme membuat kuota pelayanan yang dibuka setiap pekan hampir selalu habis dalam waktu…

    Pramuka, Bekal Memulai Lembaran Hidup Baru

    JABAR PASS – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mendorong pembinaan karakter bagi warga binaan melalui Gerakan Pramuka sebagai bekal untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat. Hal itu disampaikannya saat…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Baca Juga

    ‘Pemikat Jiwa’ Pelet yang Berakibat Fatal, Mulai Tayang, Ikuti Sinopsis dan Trailer Berikut!

    • July 9, 2026
    • 49 views
    ‘Pemikat Jiwa’ Pelet yang Berakibat Fatal, Mulai Tayang, Ikuti Sinopsis dan Trailer Berikut!

    402 Rumah Sakit Angker Korea, Ini Sinopsis dan Trailernya Simak!

    • July 7, 2026
    • 69 views
    402 Rumah Sakit Angker Korea, Ini Sinopsis dan Trailernya Simak!

    Layanan Paspor di MPP Kota Bandung Selalu Penuh, Proses Cepat dan Ramah Jadi Daya Tarik

    • July 3, 2026
    • 85 views

    Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Tembus Rp91.650 per Kg, Telur Ayam Rp29.500

    • June 29, 2026
    • 128 views
    Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Tembus Rp91.650 per Kg, Telur Ayam Rp29.500

    Layanan Paspor di MPP Kota Bandung Selalu Penuh, Proses Cepat dan Ramah Jadi Daya Tarik

    • June 29, 2026
    • 172 views
    Layanan Paspor di MPP Kota Bandung Selalu Penuh, Proses Cepat dan Ramah Jadi Daya Tarik

    Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp15.000, Kini Dibanderol Rp2,645 Juta per Gram

    • June 29, 2026
    • 121 views
    Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp15.000, Kini Dibanderol Rp2,645 Juta per Gram