JABAR PASS – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program pelatihan vokasi berbasis keterampilan praktis. Pelatihan yang berlangsung selama 10 hari ini ditujukan agar masyarakat siap bekerja dalam waktu singkat atau bahkan berani membuka usaha mandiri.
Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Kerja Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung, Rina Indrisari Nugraha, menjelaskan program tersebut menitikberatkan pada penguasaan keterampilan teknis yang relevan dengan kebutuhan saat ini.
“Targetnya kita meningkatkan skill masyarakat Kota Bandung. Karena ini pelatihan vokasi yang sifatnya teknis praktis, diharapkan peserta bisa langsung bekerja atau membuka usaha sendiri,” kata Rina, Senin (20/4/2026).
Ia menyebut, berbeda dengan pelatihan berbasis penempatan kerja langsung, program ini lebih diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Pelatihan juga merupakan hasil kolaborasi antara legislatif dan eksekutif sebagai respons terhadap aspirasi warga.
“Ini juga bentuk dukungan dari anggota DPRD Kota Bandung. Kolaborasi ini membuat pelatihan bisa terlaksana dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Seluruh peserta diseleksi melalui aplikasi New Bimma dengan proses verifikasi yang ketat mengingat tingginya minat masyarakat. Karena kuota terbatas, peserta yang sudah mengikuti pelatihan tidak dapat mendaftar kembali agar kesempatan dapat merata.
“Peminatnya banyak sekali, tapi kuota terbatas jadi kita lakukan secara bertahap. Yang sudah ikut tidak bisa daftar lagi supaya yang lain juga kebagian,” jelasnya.
Program ini direncanakan akan dilaksanakan secara rutin setiap tahun menyesuaikan ketersediaan anggaran. Disnaker menegaskan pelatihan kerja menjadi salah satu fokus utama untuk meningkatkan daya saing masyarakat Kota Bandung.
“Insyaallah akan dirutinkan setiap tahun. Ini memang tugas kami untuk terus melatih masyarakat agar lebih siap menghadapi dunia kerja,” ucapnya.
Di lapangan, antusiasme peserta terlihat tinggi. Salah satunya Asep Saepudin, warga Binong Utara, Kecamatan Kiaracondong, yang baru mengikuti hari pertama pelatihan. Ia mengaku program tersebut bermanfaat sebagai bekal membuka usaha.
“Bermanfaat sekali, apalagi buat bekal ke depan kalau mau buka usaha sendiri jadi lebih percaya diri,” ujarnya.
Asep juga mengapresiasi fasilitas yang diberikan selama pelatihan, mulai dari konsumsi, alat tulis hingga uang transport. Menurutnya, dukungan tersebut membantu peserta lebih fokus mengikuti pembelajaran.
“Gratis, dapat makan, snack, alat tulis sama uang transport. Materinya juga baru pengenalan, tapi sudah menarik,” katanya.
Ia berharap program serupa terus diperluas agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya sekaligus membantu menekan angka pengangguran di Kota Bandung.
“Semoga pelatihan seperti ini makin banyak, supaya pengangguran di Kota Bandung bisa berkurang,” tuturnya.






