20 Infrastruktur Pengendali Banjir Dirancang Pemkab Bandung, Fokus di Kawasan Rawan

Bagikan Postingan

JABAR PASS – Pemerintah Kabupaten Bandung menunjukkan keseriusannya dalam menangani persoalan banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah dengan merancang pembangunan 20 infrastruktur pengendali banjir baru di berbagai titik rawan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar untuk memperkuat perlindungan kawasan permukiman dan aktivitas warga dari ancaman banjir berulang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung, Zeis Zultaqawa, mengatakan seluruh titik pembangunan telah masuk dalam perencanaan berdasarkan kajian teknis dan pemetaan wilayah rawan bencana.

“Sebanyak 20 infrastruktur pengendali banjir telah masuk dalam perencanaan. Ini merupakan langkah serius kami untuk memperkuat penanganan banjir di Kabupaten Bandung, sesuai arahan Pak Bupati agar kami aktif berkoordinasi dengan pemerintah pusat maupun provinsi,” ujar Zeis, Selasa (28/4/2026).

Ia menjelaskan, 20 infrastruktur tersebut terdiri atas kolam retensi dan polder. Kolam retensi yang direncanakan antara lain berada di Cilampeni, Citarik, CPI, hilir Situ Burung, Jelekong, Kopo, Manjabal, Teras Ciwidey, Cikasungka, Kedaleman, Sukamanah, Tegalluar, Balekembang, Cidawolong, Pangkalan, dan Ciparay. Selain itu, juga direncanakan pembangunan Polder Cigede, Polder Ciputat, Polder Tegalluar, serta Polder TOD Tegalluar.

Menurut Zeis, keberadaan kolam retensi dan polder tersebut penting untuk menampung limpasan air dan mengurangi beban genangan saat curah hujan tinggi, terutama di kawasan rawan banjir seperti Cilampeni, Citarik, Jelekong, Kopo, Ciparay hingga Tegalluar.

Ia menambahkan, sebagian lahan untuk proyek tersebut telah dibebaskan oleh Pemkab Bandung. Saat ini, pihaknya fokus memperjuangkan dukungan anggaran pembangunan dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Dalam dua bulan terakhir kami sudah dua kali bertemu Menteri Pekerjaan Umum. Ini bentuk keseriusan kami agar pembangunan infrastruktur pengendali banjir bisa segera terealisasi,” katanya.

Zeis mengungkapkan, saat ini Kabupaten Bandung baru memiliki 11 infrastruktur pengendali banjir yang sudah eksisting, yakni Polder Bojong Citepus, Kolam Retensi Cieunteung, Polder Citepus, Polder Parung Halang, Kolam Retensi Andir, Polder Cisangkuy, Polder Cijambe Barat, Polder Cijambe Timur, Polder Cikapundung, Polder Cipalasari, dan Polder Cigede.

Menurutnya, jumlah tersebut masih belum memadai untuk mengatasi banjir yang terus berkembang seiring pertumbuhan kawasan permukiman.

“Perlu jauh lebih banyak infrastruktur pengendali banjir karena tantangan di lapangan terus berkembang. Kawasan rawan harus diprioritaskan agar dampak banjir terhadap masyarakat bisa ditekan,” ujarnya.

Selain pembangunan oleh pemerintah, Pemkab Bandung juga menekankan pentingnya keterlibatan pengembang dalam mendukung pengendalian banjir. Sesuai regulasi daerah, setiap pengembangan kawasan diwajibkan menyediakan minimal 10 persen lahan sebagai area resapan atau penampungan air.

Dengan perencanaan 20 infrastruktur baru tersebut, Pemkab Bandung berharap upaya pengendalian banjir tidak lagi bersifat sementara, melainkan menjadi solusi jangka panjang untuk melindungi masyarakat di kawasan rawan genangan.

Bagikan Postingan
  • Related Posts

    City Gas Tour 2026: PGN Dorong Pemanfaatan Gas Bumi yang Efisien

    Bagikan Postingan

    JABAR PASS – Pemanfaatan gas bumi dinilai dapat memberikan efisiensi bagi masyarakat, tidak hanya sebagai sumber energi rumah tangga, tetapi juga untuk mendukung sektor transportasi dan kegiatan usaha. Hal tersebut…

    Bagikan Postingan

    Disbudpar Perkuat Branding Bandara Husein Sastranegara, Angkat Identitas Bandung hingga Karya Difabel

    Bagikan Postingan

    JABAR PASS – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung terus memperkuat branding pariwisata di Bandara Internasional Husein Sastranegara seiring kembali beroperasinya penerbangan komersial. Kepala Disbudpar Kota Bandung, Adi Junjunan…

    Bagikan Postingan

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You Missed

    CAMPUS LEAGUE 2026 – BADMINTON THE NATIONALS Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Berjaya, Tekuk Binus University Sabet Sektor Beregu dan Individu

    CAMPUS LEAGUE 2026 – BADMINTON THE NATIONALS Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Berjaya, Tekuk Binus University Sabet Sektor Beregu dan Individu

    Pakai CNG PGN, Hotel Platinum Yogyakarta Catat Efisiensi Biaya hingga 30%

    Marugame Udon Kaliurang Gunakan CNG Gagas, Konsumsi Capai 1.000 Meter Kubik per Bulan

    Campus League 2026 – Badminton The Nationals UNS Solo Berjaya Di Bandung, Raih Dua Gelar

    Campus League 2026 – Badminton The Nationals UNS Solo Berjaya Di Bandung, Raih Dua Gelar

    RSUP Dr. Sardjito Beralih ke Layanan Gas Bumi PGN, Operasional Rumah Sakit Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan

    Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp95 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp30 Ribu