
JABARPASS – Roland Friedrich dari UNRWA, mengungkapkan mengenai keadaan di Tepi Barat Utara yang keadaannya semakin memburuk secara drastis.
“Situasi kemanusiaan dan keamanan di Tepi Barat utara telah memburuk secara drastis,” ujar Roland, dilansir JABARPASS dari akun Instagram @unrwa, pada 26 Januari 2025.
Sementara itu, di Kamp Jenin yang dihuni lebih dari 20.000 penduduk, hampir semuanya telah mengungsi.
Sedangkan kekerasan terus berlanjut, telah memaksa pihak UNRWA untuk menghentikan sekolah, hingga layanan kesehatan bagi ribuan orang.
“Di kamp #Jenin, yang dihuni lebih dari 20.000 penduduk, hampir semuanya telah mengungsi. Kekerasan yang terus berlanjut telah memaksa kami untuk menghentikan sekolah dan layanan kesehatan bagi ribuan orang,” lanjutnya.
Operasi militer berskala besar telah menyebabkan meningkatnya kekerasan dan pengungsian.
UNRWA berupaya menyediakan makanan, bantuan tunai, dan barang-barang penting, tetapi akses tetap sangat sulit di tengah permusuhan.
Ketegangan yang lebih luas di Tepi Barat mengancam gencatan senjata yang rapuh di Gaza. (Rizky Anugrah)








