Penataan Parkir dan PKL Jadi Fokus Utama Pembangunan BRT Bandung

Bagikan Postingan

JABAR PASS  – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa penataan perparkiran dan pedagang kaki lima (PKL) menjadi prioritas utama Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam menyikapi dampak pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) yang direncanakan berlangsung hingga 2027.

Menurut Farhan, kedua sektor tersebut merupakan titik pertama yang akan terdampak langsung oleh proyek BRT, sehingga perlu ditangani sejak awal agar proses pembangunan tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Yang pertama harus kita carikan solusi adalah perparkiran dan PKL. Keduanya menjadi sektor yang paling awal terdampak oleh pembangunan BRT,” ujar Farhan, Rabu (28/1/2026).

Ia mengakui, kekhawatiran masyarakat terkait potensi kemacetan serta dampak sosial selama masa pembangunan cukup besar. Namun, Farhan meminta maaf karena belum dapat menyampaikan kepastian secara rinci, lantaran Pemkot masih mematangkan skema penanganan agar dapat diterima semua pihak.

“Saya mohon maaf belum bisa memberikan kepastian detail, karena kami ingin memastikan skema yang disiapkan benar-benar bisa diterima masyarakat,” katanya.

Menanggapi penolakan warga di kawasan Cicadas, Farhan menilai hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar. Ia memahami adanya persepsi bahwa pembangunan BRT identik dengan penggusuran.

“Wajar jika ada penolakan karena muncul anggapan akan terjadi penggusuran. Tapi tidak. Kami akan mengedepankan dialog,” tegasnya.

Terkait kemungkinan relokasi atau pemberian kompensasi kepada PKL, Farhan menyebut keputusan belum diambil. Pemkot akan lebih dulu berdialog untuk memahami kondisi dan perkembangan usaha para pelaku PKL.

“Kita ingin tahu dulu perkembangan usaha mereka seperti apa. Soal relokasi atau tidak, belum ada keputusan. Kita dialog dulu,” ujarnya.

Farhan juga memastikan, keberadaan angkutan kota (angkot) tidak akan dihilangkan dengan hadirnya BRT. Sebaliknya, angkot akan berfungsi sebagai feeder atau pengumpan.

“Angkot tidak akan hilang. Justru akan menjadi feeder,” jelasnya.

Ia menambahkan, jalur BRT tetap mengikuti pola transportasi yang sudah ada tanpa mengubah rute dasar.

“Jalurnya tetap sama, tidak mengubah pola. Angkot tetap berjalan sebagai feeder di jalur-jalur yang sudah ditentukan,” katanya.

Mengenai peremajaan angkot tua, Farhan menyatakan akan berkoordinasi dengan tiga koperasi angkot di Bandung, yakni Kopamas, Kobutri, dan Kobanter, untuk membahas program peremajaan armada, termasuk pemanfaatan angkot listrik.

“Kalau mau peremajaan, sebaiknya mulai berpikir menggunakan angkot listrik yang sudah kami launching beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Menurutnya, penggunaan angkot listrik tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga berpotensi meningkatkan kembali minat masyarakat menggunakan transportasi umum.

“Ini menjadi peluang untuk menarik kembali minat masyarakat naik angkot,” pungkasnya.

Bagikan Postingan
  • Related Posts

    City Gas Tour 2026: PGN Dorong Pemanfaatan Gas Bumi yang Efisien

    Bagikan Postingan

    JABAR PASS – Pemanfaatan gas bumi dinilai dapat memberikan efisiensi bagi masyarakat, tidak hanya sebagai sumber energi rumah tangga, tetapi juga untuk mendukung sektor transportasi dan kegiatan usaha. Hal tersebut…

    Bagikan Postingan

    Disbudpar Perkuat Branding Bandara Husein Sastranegara, Angkat Identitas Bandung hingga Karya Difabel

    Bagikan Postingan

    JABAR PASS – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung terus memperkuat branding pariwisata di Bandara Internasional Husein Sastranegara seiring kembali beroperasinya penerbangan komersial. Kepala Disbudpar Kota Bandung, Adi Junjunan…

    Bagikan Postingan

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You Missed

    CAMPUS LEAGUE 2026 – BADMINTON THE NATIONALS Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Berjaya, Tekuk Binus University Sabet Sektor Beregu dan Individu

    CAMPUS LEAGUE 2026 – BADMINTON THE NATIONALS Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Berjaya, Tekuk Binus University Sabet Sektor Beregu dan Individu

    Pakai CNG PGN, Hotel Platinum Yogyakarta Catat Efisiensi Biaya hingga 30%

    Marugame Udon Kaliurang Gunakan CNG Gagas, Konsumsi Capai 1.000 Meter Kubik per Bulan

    Campus League 2026 – Badminton The Nationals UNS Solo Berjaya Di Bandung, Raih Dua Gelar

    Campus League 2026 – Badminton The Nationals UNS Solo Berjaya Di Bandung, Raih Dua Gelar

    RSUP Dr. Sardjito Beralih ke Layanan Gas Bumi PGN, Operasional Rumah Sakit Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan

    Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp95 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp30 Ribu