Hanggini: Film Sadali Memberi Sudut Pandang Baru tentang Kesabaran

JABAR PASS  – Aktris Hanggini Purinda Retto mengungkapkan bahwa film terbarunya berjudul Sadali memberinya sudut pandang baru tentang makna kesabaran dan proses menuju kedewasaan emosional.

Dalam film produksi MVP Pictures tersebut, Hanggini dipercaya memerankan tokoh bernama Arnaza, karakter yang menurutnya memiliki kedalaman emosional dan nilai reflektif tentang cinta.

“Arnaza mengajarkan bahwa cinta tidak selalu tentang kecepatan, tetapi tentang kesabaran, kesetiaan, dan keyakinan. ‘Sadali’ memberi banyak perspektif tentang bagaimana menghadapi cinta yang dewasa dengan pengertian dan kedewasaan emosi,” ujar Hanggini di Jakarta, Senin.

Hanggini juga mengaku memiliki kedekatan personal dengan karakter Arnaza, terutama karena latar cerita yang bersinggungan dengan dunia seni lukis. Dalam film tersebut, tokoh Sadali yang diperankan Ajil Ditto digambarkan sebagai seorang pelukis.

Ketertarikan pada seni lukis bukan hal asing bagi Hanggini, mengingat kakeknya merupakan seorang seniman lukis. Hal tersebut membuatnya lebih mudah memahami emosi dan sudut pandang karakter yang ia mainkan.

Film Sadali merupakan kelanjutan dari film sebelumnya berjudul Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu yang dirilis pada 2024. Dalam sekuelnya, Sadali memilih menetap di Magelang untuk menjalani jalan hidup yang ia yakini.

Namun, perjalanannya kembali mempertemukan Sadali dengan sosok-sosok dari masa lalu, yakni Mera yang diperankan Adinia Wirasti dan Arnaza. Cerita film ini berfokus pada pergulatan batin Sadali dalam menentukan pilihan-pilihan penting untuk masa depannya.

  • Shakira Marasyid

    Berita Terkait

    Diadaptasi dari Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu, Film Sadali Tayang 5 Februari 2026

    JABAR PASS – Film Sadali dijadwalkan tayang di bioskop mulai 5 Februari 2026. Film ini melanjutkan kisah yang diadaptasi dari buku laris karya Pidi Baiq berjudul Hidup Ini Terlalu Banyak…

    Gina S. Noer: Esok Tanpa Ibu Angkat Relasi AI, Ibu, dan Lingkungan

    JABAR PASS – Penulis skenario film Esok Tanpa Ibu, Gina S. Noer, menjelaskan bahwa karya terbarunya mengeksplorasi keterhubungan antara kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), figur ibu, dan relasi manusia dengan alam.…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Baca Juga

    Penataan Parkir dan PKL Jadi Fokus Utama Pembangunan BRT Bandung

    • January 28, 2026
    • 7 views
    Penataan Parkir dan PKL Jadi Fokus Utama Pembangunan BRT Bandung

    Teman Bus di Depok Masih Gratis hingga April 2026, Tarif Selanjutnya Tunggu Keputusan Kemenhub

    • January 27, 2026
    • 14 views
    Teman Bus di Depok Masih Gratis hingga April 2026, Tarif Selanjutnya Tunggu Keputusan Kemenhub

    Kuota BBM Subsidi 2026 Dipangkas, Pertalite Turun 6,28 Persen dan Solar 1,32 Persen

    • January 27, 2026
    • 17 views
    Kuota BBM Subsidi 2026 Dipangkas, Pertalite Turun 6,28 Persen dan Solar 1,32 Persen

    Haru Ibu Emi, Rumah Tak Layak Huni di Ujungberung Segera Diperbaiki Pemkot Bandung

    • January 27, 2026
    • 14 views
    Haru Ibu Emi, Rumah Tak Layak Huni di Ujungberung Segera Diperbaiki Pemkot Bandung

    Pompa Bertekanan Tinggi Jadi Andalan Diskarmatan Bandung dalam Pencarian Korban Longsor Cisarua

    • January 27, 2026
    • 16 views
    Pompa Bertekanan Tinggi Jadi Andalan Diskarmatan Bandung dalam Pencarian Korban Longsor Cisarua

    Rutilahu, Septic Tank, hingga Air Bersih di Pasir Endah Jadi Fokus Pembenahan

    • January 27, 2026
    • 16 views
    Rutilahu, Septic Tank, hingga Air Bersih di Pasir Endah Jadi Fokus Pembenahan