EKONOMI DAN PARIWISATA

Oleh: Yudhi Koesworodjati

JABARPASS – Selama beberapa dekade terakhir banyak perekonomian mengalami pertumbuhan di sektor jasa, bahkan ketika sektor pertanian dan manufaktur yang lebih tradisional mengalami stagnasi atau penurunan. Pariwisata adalah industri berbasis jasa, sehingga sebagian bertanggung jawab atas pertumbuhan sektor jasa ini. Di negara-negara berkembang, sektor jasa bertanggung jawab atas sekitar 40% PDB, sementara di negara-negara maju atau negara-negara industri, sektor ini bertanggung jawab atas lebih dari 65% PDB.

Meskipun banyak alasan yang bersifat alturistis dan bermaksud baik yang terkadang diajukan untuk mendukung pengembangan pariwisata, keuntungan ekonomilah yang menjadi pendorong utama pengembangan pariwisata. Pada dasarnya, pariwisata adalah industri yang mempunyai dampak positif ekonomi yang cukup besar, dan bersinergi dengan local home industry, melibatkan masyarakat.  

Kepariwisataan dikembangkan ditujukan untuk peningkatan kualitas lingkungan, dan kualitas kehidupan masyarakat sekitar daerah tujuan wisata. Arus wisatawan ke daerah tujuan wisata tersebut, menimbulkan dampak positif antara lain kepada sektor ekonomi, diantaranya peningkatan devisa negara (dari wisatawan mancanegara) dan bertambahnya mata uang beredar (dari wisatawan nusantara) yang merupakan dampak langsung dan juga akibat lain yang menyertai kebutuhan wisatawan dalam kegiatan wisatawan sejak mereka datang, tinggal atau selama berada di daerah tujuan wisata, melakukan kegiatannya, sampai kembali ke tempat asalnya. Bisa berupa transportasi, makan-minum, akomodasi, hiburan lainnya, juga kebutuhannya terhadap cenderamata, cinderarasa yang dibawanya pulang, dan lain-lain.

Dengan adanya multi kegiatan tersebut di daerah tujuan wisata, terjadi pula dampak terhadap lapangan kerja, lapangan berusaha, pertumbuhan usaha mikro kecil menengah dalam mengeksplorasi kreatifitas masyarakat untuk berbagai  produk khas bermuatan lokal/ khas yang mungkin bahkan akan memperkuat daya tarik daerah tujuan wisata itu sendiri. Contoh Kota Bandung yang merupakan model  wisata kota yang kaya akan bangunan bersejarah dan peristiwa bersejarah, didukung dengan daerah tujuan wisata kota sekitar dengan kekuatan daya tarik alamnya, malah lebih menonjol daya tarik kuliner dan fashion-nya.

WTTC, World Travel and Tourism Council, pernah memberikan gambaran bahwa;

  1. Prakiraan kesempatan kerja sektor pariwisata adalah per-1.000 wisnus = 37 kesempatan kerja.
  2. Per – 1.000 wisatawan mancanegara = 63 kesempatan kerja.
  3. Biaya promosi untuk mendatangkan 1 wisatawan mancanegara = US$ 10.
  4. Biaya promosi mendatangkan 1 wisatawan nusantara = US$ 2-3.
  5. Belanja wisatawan mancanegara di Indonesia rata-rata US$ 110/hari.

Pengeluaran wisatawan sama “nyata” nya dengan bentuk konsumsi lainnya dan pengeluaran wisatawan internasional dapat dilihat sebagai ekspor tak kasatmata dari negara tuan rumah, sedangkan pariwisata domestik dapat dilihat sebagai “ekspor” antara daerah setempat dan, dalam beberapa hal, sebagai pengganti impor dari ekonomi nasional.

Dengan demikian kedepan, bila dampak perekonomian yang hendak digunakan terhadap keberhasilan capaian kepariwisataan, maka tolok ukurnya mestinya tidak lagi hanya jumlah kunjungan wisatawan, tetapi kualitas wisatawan dan dampaknya terhadap perekonomian secara langsung, berikut dampak perekonomiannya terhadap multisektor berupa multiplier effect/ dampak berganda,tricklingdown effect/ efek turunan, dan spillover effect/ dampak tetesan.

Belum lagi kalau sampai dapat mengukur dampak ekonomi tidak langsung terhadap multisektor (misalnya: perdagangan dan jasa lainnya, perhubungan, pertanian, dan lain-lain; dan dampak non ekonomi seperti terhadap kesempatan kerja, kesempatan berusaha, dan lain-lain).

Meningkatnya jumlah perolehan pajak langsung dari pajak hotel cukup jelas menunjukkan bahwa kualitas wisatawan yang berkunjung ke kota Bandung lebih meningkat, ditandai dengan meningkatnya jumlah wisatawan menginap dan atau bertambahnya lama menginap.

Dampak ekonomi pariwisata terhadap ekonomi tuan rumah umumnya positif tetapi juga membawa beberapa aspek negatif (terutama dampak negatif terhadap sosial budaya dan lingkungan hidup). Literatur cenderung condong ke aspek positif dampak ekonomi. Penting untuk menetapkan seberapa signifikan pengeluaran pariwisata bagi suatu ekonomi karena hal ini memungkinkan pembuat kebijakan dan perencana untuk menentukan ketergantungan dan mengembangkan strategi untuk masa depan. Yang perlu diperhatikan secara khusus adalah fakta bahwa pengeluaran pariwisata cenderung terjadi antara negara-negara industri yang lebih kaya daripada antara negara-negara industri dan non-industri.

Dengan berlimpahnya keuntungan yang bakal dapat diraih dari pengembangan pariwisata sebagai suatu industri, maka pengelolaannya tidak  bisa seadanya, sebisanya, semampunya, apalagi diperlakukan sebagai pekerjaan sambil lalu. Agar pariwisata dapat diperlakukan sebagai suatu bisnis yang harus dikelola dengan well-managed maka harus menggunakan prinsip-prinsip ekonomi, hukum permintaan-penawaran, serta strategi perdagangan yang harus dikelola secara profesional.

Kita harus meninjau berbagai konsep permintaan, meneliti model perilaku konsumen dan proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan pariwisata, melihat faktor-faktor yang akan memengaruhi permintaan pariwisata pada tingkat individu dan global, serta menganalisis teknik dan pendekatan yang kita gunakan untuk menganalisis permintaan wisatawan.

Perkembangan terkini dalam estimasi analisis dampak pariwisata mencakup penggabungan model dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial dengan teknik peramalan untuk menyediakan alat perencanaan yang komprehensif. Ini semakin menguatkan pemahaman kita bahwa kunci kesuksesan baiknya pengelolaan kepariwisataan di daerah tujuan wisata adalah terpeliharanya lingkungannya, maka itu akan mempercepat meningkatnya kualitas kehidupan masyarakatnya.

(Yudhi Koesworodjati, Dosen Tetap Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pasundan dan Pemerhati Pariwisata).

  • Berita Terkait

    Perta Arun Gas Antar Indonesia Jadi Pasar Pemuatan Re-Ekspor LNG Terbesar di Dunia

    JABAR PASS – PT Perta Arun Gas (PAG), afiliasi Subholding Gas Pertamina PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), berhasil mengantarkan Indonesia menjadi Pasar Pemuatan Re-Ekspor LNG (Liquefied Natural Gas)…

    Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Rp46.200 per Kg, Telur Ayam Ras Rp28.200

    JABAR PASS  – Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat harga sejumlah komoditas pangan di tingkat pedagang eceran relatif stabil pada Jumat (24/7/2026). Cabai rawit…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Baca Juga

    Sajen Satu Suro, Misteri Warisan yang Ditakuti Warga Desa, Ini Jadwal Tayangnya!

    • July 29, 2026
    • 28 views
    Sajen Satu Suro, Misteri Warisan yang Ditakuti Warga Desa, Ini Jadwal Tayangnya!

    Judul: Bandara Husein Kantongi Sertifikat Operasional, Siap Layani Pesawat Boeing 737-800

    • July 28, 2026
    • 23 views
    Judul: Bandara Husein Kantongi Sertifikat Operasional, Siap Layani Pesawat Boeing 737-800

    Job Fair Future Connect 2026 Bandung Selatan Sediakan 3.019 Lowongan Kerja, Disnaker Gelar Coaching Clinic Gratis

    • July 28, 2026
    • 20 views
    Job Fair Future Connect 2026 Bandung Selatan Sediakan 3.019 Lowongan Kerja, Disnaker Gelar Coaching Clinic Gratis

    Perkuat Strategi STOP HIV/AIDS, Wali Kota: Musuhi Virusnya, Hentikan Stigmanya

    • July 28, 2026
    • 21 views
    Perkuat Strategi STOP HIV/AIDS, Wali Kota: Musuhi Virusnya, Hentikan Stigmanya

    Sebut Terjadi karena Kesalahpahaman, Ini Klarifikasi dan Permohonan Maaf  Andri Somantri kepada Erwan Setiawan

    • July 28, 2026
    • 22 views
    Sebut Terjadi karena Kesalahpahaman, Ini Klarifikasi dan Permohonan Maaf  Andri Somantri kepada Erwan Setiawan

    Bagi ASN, Warisan Terbesar Adalah Integritas dan Pengabdian

    • July 28, 2026
    • 21 views
    Bagi ASN, Warisan Terbesar Adalah Integritas dan Pengabdian