Desa Hantu Cicadas, Kreativitas Warga Hidupkan Wisata Kampung dan UMKM Lokal

JABAR PASS – Suasana berbeda tampak di RT 05 RW 06, Kelurahan Cicadas, Kecamatan Cibeunying Kidul. Kawasan permukiman tersebut disulap menjadi Desa Hantu, sebuah wisata tematik hasil kreativitas warga yang memadukan nuansa horor dengan suasana pedesaan pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026.

Kegiatan yang telah memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di lingkungan sekitar.

Camat Cibeunying Kidul, Moch Edi Purwadi mengapresiasi semangat para pemuda yang mampu menghadirkan kegiatan kreatif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Ini merupakan kreativitas luar biasa dari para pemuda. Selain menghadirkan hiburan yang unik, kegiatan ini juga mampu mengundang pelaku UMKM di wilayah RW 06 dan sekitarnya untuk ikut berkembang. Saya berharap Desa Hantu dapat terus berlanjut serta semakin berkembang,” ujarnya.

Desa Hantu pertama kali digelar pada 2024. Berawal dari ide sederhana para pemuda yang ingin menggalang dana untuk peringatan Hari Kemerdekaan, konsep yang awalnya hanya direncanakan sebagai rumah hantu berkembang menjadi satu kawasan permukiman bertema horor.

Seluruh elemen masyarakat, mulai dari warga RT 05 RW 06, Karang Taruna, komunitas, hingga pelaku UMKM, turut terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Ketua Panitia Desa Hantu 2026, Adi mengatakan, konsep tersebut lahir karena ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda dari wisata horor pada umumnya.

“Awalnya kami hanya berkumpul untuk mencari dana kegiatan Agustusan. Karena sudah banyak konsep rumah hantu, kami akhirnya membuat konsep Desa Hantu yang melibatkan seluruh warga. Alhamdulillah, setiap tahun kegiatan ini terus berkembang, dari satu gang menjadi tiga gang, dan UMKM yang terlibat juga semakin banyak,” tutur Adi.

Antusiasme masyarakat terhadap Desa Hantu terus meningkat setiap tahunnya. Bahkan, pengunjung tidak hanya berasal dari Kota Bandung, tetapi juga dari luar daerah.

Dengan harga tiket masuk sebesar Rp3.000, kegiatan ini dapat dinikmati oleh seluruh kalangan sekaligus memberikan dampak positif terhadap perekonomian warga sekitar.

Ketua RW 06, Ramli berharap, Desa Hantu dapat terus menjadi ikon kreativitas masyarakat Kelurahan Cicadas sekaligus menjadi wadah regenerasi bagi generasi muda.

“Kami berharap Desa Hantu ini tetap menjadi pelopor di Kelurahan Cicadas. Keunikannya adalah seluruh konsep dipusatkan dalam satu kawasan dengan nuansa pedesaan. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan dapat diregenerasikan kepada generasi muda agar inovasi seperti ini tidak berhenti di kami saja,” kata Ramli.

Sementara itu, Ketua RT 05, Aang mengungkapkan, jumlah pengunjung yang terus meningkat setiap tahun turut memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, dari tahun ke tahun jumlah pengunjung terus meningkat, sekitar 400 sampai 500 orang per hari. Dampaknya terasa bagi warga, bahkan kegiatan ini sudah beberapa kali dikunjungi anggota DPRD dan kini ada rencana kolaborasi dengan Saung Angklung Udjo,” ungkap Aang.

Melalui semangat gotong royong dan kreativitas masyarakat, Desa Hantu Cicadas diharapkan terus berkembang sebagai destinasi wisata berbasis komunitas yang mampu menghadirkan hiburan sekaligus memberdayakan perekonomian warga.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa inovasi yang lahir dari lingkungan masyarakat dapat menciptakan ruang wisata yang unik, memperkuat kebersamaan, dan memberikan manfaat nyata bagi Kota Bandung. (Yasyfa, Najwa, Nabiel, Wigi/Magang Tel-U & Unpas)**

 

  • Berita Terkait

    Farhan Pastikan Pasokan Pangan Kota Bandung Aman Meski Harga Ayam dan Timun Naik

    JABAR PASS  – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan pasokan bahan pangan tetap aman meski harga sejumlah komoditas mengalami kenaikan selama masa libur. Dari hasil pemantauan di Pasar Cijerah dan Pasar…

    Jembatan Dago Diperbaiki, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Pembangunan Baru

    JABAR PASS – Pemerintah Kota Bandung bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga terkait kondisi jembatan penghubung di RT 05 RW 13 Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, yang mengalami kerusakan dan membahayakan keselamatan…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Baca Juga

    Farhan Pastikan Pasokan Pangan Kota Bandung Aman Meski Harga Ayam dan Timun Naik

    • July 31, 2026
    • 25 views
    Farhan Pastikan Pasokan Pangan Kota Bandung Aman Meski Harga Ayam dan Timun Naik

    Harga Pangan Hari Ini 31 Juli 2026: Cabai Rawit Merah Rp54.450 per Kg, Telur Ayam Rp29.550

    • July 31, 2026
    • 24 views
    Harga Pangan Hari Ini 31 Juli 2026: Cabai Rawit Merah Rp54.450 per Kg, Telur Ayam Rp29.550

    Jembatan Dago Diperbaiki, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Pembangunan Baru

    • July 31, 2026
    • 23 views
    Jembatan Dago Diperbaiki, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Pembangunan Baru

    Emas Antam Naik Rp7.000 per Gram, Berikut Daftar Harga Terbarunya

    • July 31, 2026
    • 24 views
    Emas Antam Naik Rp7.000 per Gram, Berikut Daftar Harga Terbarunya

    Desa Hantu Cicadas, Kreativitas Warga Hidupkan Wisata Kampung dan UMKM Lokal

    • July 31, 2026
    • 2 views
    Desa Hantu Cicadas, Kreativitas Warga Hidupkan Wisata Kampung dan UMKM Lokal

    Pemkot Bandung Tertibkan 36 PKL dan Bangunan Liar di Jalan Rajiman, Trotoar Dikembalikan untuk Pejalan Kaki

    • July 31, 2026
    • 27 views
    Pemkot Bandung Tertibkan 36 PKL dan Bangunan Liar di Jalan Rajiman, Trotoar Dikembalikan untuk Pejalan Kaki