BERDAMAI DENGAN TREN WISATAWAN

Oleh: Yudhi Koesworodjati

JABARPASS – Berwisata dengan berbagai jenisnya tetap menjadi kebutuhan manusia. Pengalaman dan ‘mengisi jiwa’ akan tetap selamanya dibutuhkan. Kondisi faktual menunjukkan telah terjadi pergeseran yang signifikan dalam tren pariwisata saat ini. Perubahan sosial menggeser perilaku, minat dan harapan wisatawan.

“Berdamai dengan tren wisatawan” berarti menerima bahwa pola perjalanan wisata akan senantiasa berubah – dipengaruhi teknologi, media sosial, ekonomi, gaya hidup, hingga kesadaran lingkungan. Dulu wisata identik dengan melihat tempat, sekarang lebih tentang merasakan cerita, budaya hingga gaya hidup lokal.

Dukungan waktu luang, finansial yang dimiliki maka ‘long haul destination’ berbentuk kultural lokal menjadi pilihan. Di berbagai channel YouTube kita bisa lihat kenyataan, dipelosok pedesaan Bandung Selatan/ Utara, Cianjur, Garut, Tasik, Sukabumi, Bogor telah terjadi pergerakan ekonomi bersumber dari datangnya wisatawan muda, paruh baya, yang menginap di homestay sederhana bukan dalam hitungan hari, tetapi bisa minggu bahkan bulan.
Dan banyak diantara mereka menjadi repeater.

Mereka mengisi jiwa yang kosong dengan menikmati kehidupan yang ‘slow living’ ditengah alam yang sejuk, hamparan sawah ladang dan kehidupan masyarakat yang sederhana namun tetap bisa tersenyum ceria.

Dalam hal wisatawan jenis tourist, memang terjadi beberapa trend karena meluasnya informasi digital kekinian secara real-time. Seiring dengan terus berkembangnya kecerdasan buatan dan teknologi baru lainnya dengan cepat, para wisatawan kini sangat bergantung pada perangkat digital untuk merencanakan, memesan, dan berbagi pengalaman perjalanan mereka. Destinasi perlu bersiap untuk merespons perubahan ini agar tetap menarik di pasar yang sangat kompetitif.

Wisatawan kini semakin mengharapkan interaksi digital yang lancar, termasuk layanan tanpa kontak, aplikasi seluler dan panduan digital yang dipersonalisasi, yang didorong oleh peningkatan adopsi kecerdasan buatan. Ekosistem pariwisata perlu memenuhi kebutuhan dan harapan digital wisatawan di semua tahapan perjalanan wisatawan.

Dampak lanjutannya penggiat destinasi wisata kini perlu berinvestasi dalam infrastruktur digital untuk menyediakan informasi real-time, situs web yang ramah pengguna, dan memanfaatkan media sosial serta pemasaran online untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan melibatkan wisatawan secara efektif.

Terlepas dari kemajuan teknologi dalam beberapa tahun terakhir, kesenjangan digital masih dapat membatasi jangkauan inisiatif ini dan kesenjangan dalam akses ke teknologi semakin terlihat jelas.
Di daerah pedesaan dan terpencil, tantangan untuk memastikan akses yang luas ke infrastruktur teknologi yang kuat, seperti konektivitas internet berkecepatan tinggi dan jaringan seluler yang andal yang memungkinkan pengalaman virtual dan platform digital semakin besar.

Hal ini semakin diakui oleh negara-negara maju yang berinvestasi dalam infrastruktur untuk meningkatkan dan memperluas cakupan 5G mereka di daerah-daerah regional. Perubahan teknologi telah mengubah cara wisatawan memesan, bepergian, dan berperilaku.

Budaya bepergian dan menjamu tamu juga perlahan berubah. Wisatawan semakin mencari pengalaman otentik dan mendalam secara budaya, seperti makanan lokal, tradisi dan interaksi dengan penduduk setempat. Perubahan ini menciptakan peluang bagi pariwisata berbasis komunitas dan pengalaman pariwisata otentik, unik dan santai yang mendukung komunitas lokal dan mempromosikan praktik berkelanjutan.

Tinggal lagi kita pertanyakan, apa kebijakan pemerintah pusat dan daerah, terhadap kegiatan ini agar sebanyak-banyaknya menjadi lokomotif penghela pergerakan ekonomi untuk kesejahteraan warta sekitar.

Peluang juga ada untuk menyoroti UMKM lokal, budaya asli, tradisi dan cerita. Namun, masih banyak yang perlu dilakukan pemangku kepentingan pariwisata untuk memastikan kelompok dan bisnis ini dapat berhasil terintegrasi ke dalam rantai nilai pariwisata bersama perusahaan multinasional besar dan pergeseran menuju pertukaran yang lebih seimbang dan saling menghormati antara wisatawan dan penduduk lokal terjadi dengan kecepatan dan skala yang lebih besar.

Sektor pariwisata yang lebih ramah lingkungan akan membutuhkan infrastruktur baru untuk energi terbarukan, pengelolaan limbah, mobilitas elektronik, pengurangan emisi, ekonomi sirkular, dan adaptasi perubahan iklim. Proses ini dapat membantu penggiat destinasi untuk memimpin dalam mengubah pola konsumsi dan produksi tradisional di bidang pariwisata.
Upaya terus menerus untuk memahami apa yang dicari wisatawan di atas, memaksa pemangku kepentingan pariwisata dan penggiat wisata untuk tetap menjaga identitas lokal dan menciptakan batas pariwisata yang tidak merusak lingkungan dan budaya.

Karena tren wisatawan akan terus berubah maka menemukan keseimbangan antara kebutuhan wisatawan, keberlanjutan dan kenyamanan masyarakat lokal adalah yang utama. Kenyamanan masyarakat lokal jangan terganggu, malah didorong untuk mendapat manfaat dari adanya ‘honeypot’ tersebut. Itulah tujuan pembangunan kepariwisataan, peningkatan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

(Yudhi Koesworodjati, Dosen Tetap Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pasundan dan Pemerhati Pariwisata)***

  • Berita Terkait

    MEMACU INVESTASI PARIWISATA

    Oleh: Yudhi Koesworodjati   JABAR PASS – Dukungan investasi yang memadai dan andal diperlukan untuk pengelolaan destinasi yang berkelanjutan. Investasi yang signifikan diperlukan untuk mengurangi dampak lingkungan dari pariwisata, memungkinkan…

    BASIS KETAHANAN PARIWISATA

    Oleh: Yudhi Koesworodjati   JABARPASS – Pertumbuhan pariwisata yang berkelanjutan selama enam dekade telah menyebabkan keyakinan luas akan ketahanan inheren ekonomi pariwisata. Namun, guncangan global berturut-turut telah menunjukkan pentingnya membangun…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Baca Juga

    Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar Siapkan Penataan Ulang Teras Cihampelas, Revitalisasi Tunggu Verifikasi Aset

    • July 23, 2026
    • 10 views
    Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar Siapkan Penataan Ulang Teras Cihampelas, Revitalisasi Tunggu Verifikasi Aset

    Lengkapi Imunisasi, Wujudkan Bandung Sehat Berdaya Menuju Bandung Utama

    • July 23, 2026
    • 9 views
    Lengkapi Imunisasi, Wujudkan Bandung Sehat Berdaya Menuju Bandung Utama

    Jadwal Lengkap Piala Presiden 2026: Persib vs Arema Jadi Laga Pembuka di Si Jalak Harupat

    • July 23, 2026
    • 7 views
    Jadwal Lengkap Piala Presiden 2026: Persib vs Arema Jadi Laga Pembuka di Si Jalak Harupat

    Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Rp95.000/Kg, Telur Ayam Ras Rp35.000/Kg

    • July 23, 2026
    • 8 views
    Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Rp95.000/Kg, Telur Ayam Ras Rp35.000/Kg

    Patroli Gabungan dan Pengawasan 24 Jam, Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Bandung

    • July 23, 2026
    • 12 views
    Patroli Gabungan dan Pengawasan 24 Jam, Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Bandung

    BERDAMAI DENGAN TREN WISATAWAN

    • July 23, 2026
    • 16 views
    BERDAMAI DENGAN TREN WISATAWAN