JABAR EKSPRES – Resmi dikukuhkan sebagai Bunda Kota Bandung, Aryatri Benarto Farhan menyampaikan bahwa gelar “Bunda” bukan sekadar simbol kehormatan, melainkan sebuah panggilan hati untuk hadir, mendengar, dan mendampingi masyarakat dalam proses perubahan menuju Bandung yang lebih maju dan sejahtera.
“Amanah ini bukan hanya tanda kehormatan, tetapi panggilan untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat. Menjadi pendengar, pendamping, dan bagian dari setiap upaya perubahan,” ujar Aryatri dalam sambutannya di Pendopo Kota Bandung.
Peran Strategis Perempuan dalam Pembangunan Sosial
Aryatri menekankan pentingnya peran perempuan, khususnya para “Bunda” yang bergerak di berbagai bidang sosial. Ia menyebut beberapa program seperti:
-
Bunda PAUD: memperkuat fondasi pendidikan sejak usia dini,
-
Bunda Literasi: menumbuhkan minat baca dan berpikir kritis,
-
Bunda Genre: membimbing remaja merencanakan masa depan secara bijak,
-
Bunda Forum Anak: menjadikan suara anak sebagai bagian dari pembangunan.
Menurutnya, pembangunan sebuah kota tidak hanya dilihat dari fisiknya, tetapi dari kualitas sumber daya manusianya.
“Ketika setiap ibu tergerak untuk membimbing, maka anak-anak akan tumbuh dengan cinta, nilai, dan karakter yang kuat,” ujarnya.
Ajak Kolaborasi untuk Kesejahteraan Keluarga
Aryatri menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan dan penguatan keluarga tidak bisa dilakukan sendiri. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak – pemerintah, dinas terkait, komunitas, dan masyarakat – untuk terus berkolaborasi.
“Kami berkomitmen untuk memperkuat edukasi keluarga dan meningkatkan ketahanan ekonomi rumah tangga. Ini adalah kerja bersama, dari hati, untuk Bandung yang lebih baik,” tutupnya.









