JABAR PASS – PT Perta Arun Gas (PAG), afiliasi Subholding Gas Pertamina PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), berhasil mengantarkan Indonesia menjadi Pasar Pemuatan Re-Ekspor LNG (Liquefied Natural Gas) Terbesar di Dunia.
Pencapaian tersebut tercatat dalam International Gas Union (IGU) World LNG Report 2026 yang dirilis pada awal Juli 2026. Dalam laporan itu, Indonesia menempati peringkat pertama dunia dengan volume pemuatan LNG mencapai 0,85 juta ton atau menguasai 17,3 persen pangsa pasar global.
Kontribusi terbesar berasal dari Terminal Arun yang dikelola PAG. Terminal ini menjadi satu-satunya fasilitas di Indonesia yang berstatus Pusat Logistik Berikat (PLB) LNG, sekaligus berkembang sebagai pusat LNG Hub baru di kawasan Asia.
President Director PAG, Yan Syukharial, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari strategi perusahaan yang menjadikan bisnis LNG Hub sebagai salah satu tulang punggung usaha.
“Terminal Arun berstatus Pusat Logistik Berikat LNG pertama dan satu-satunya di Indonesia serta telah tumbuh menjadi pusat LNG Hub baru di wilayah Asia,” ujarnya.
Sebelumnya, pada Agustus 2022, melalui lembaga riset energi internasional IHS Markit, PAG juga dinobatkan sebagai terminal reloading LNG paling aktif di dunia. Prestasi itu ditopang oleh komitmen perusahaan dalam mengoperasikan terminal secara andal, aman, dan mengedepankan budaya Health, Safety, Security & Environment (HSSE).
Selain itu, lokasi Terminal Arun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe, Aceh, dinilai sangat strategis karena memudahkan distribusi dan penerimaan pasokan LNG ke berbagai negara.
Yan menegaskan, PAG terus berkomitmen mendukung ketahanan energi nasional melalui pengelolaan infrastruktur LNG yang andal, aman, dan berkelanjutan.
“Kami juga terus meningkatkan daya saing Indonesia di pasar LNG global,” katanya.
Sepanjang 2025, PAG melaksanakan 49 kegiatan operasional, yang terdiri atas 27 kegiatan unloading, 11 reloading, dan 11 Gassing Up & Cooling Down (GUCD).
Realisasi unloading mencapai 1.499.085,17 meter kubik atau setara 34.806.990 MMBTU, sementara reloading mencapai 1.162.429,49 meter kubik dengan energi 27.016.005 MMBTU. Adapun kegiatan GUCD mencatat volume 176.847,75 meter kubik dengan energi 4.107.643 MMBTU.
Dari sisi keuangan, PAG membukukan pendapatan sebesar USD105 juta sepanjang 2025. Perusahaan yang baru berusia 13 tahun tersebut juga mencatat laba bersih sebesar USD25,1 juta.
“Kinerja ini menunjukkan bahwa upaya perusahaan dalam meningkatkan pertumbuhan secara berkelanjutan mampu memberikan hasil positif di tengah berbagai tantangan,” ujar Yan.
Menurutnya, keberhasilan tersebut didukung sejumlah keunggulan strategis, mulai dari status sebagai satu-satunya operator PLB LNG di Indonesia, lokasi Terminal Arun yang dekat dengan pasar LNG Asia Tenggara dan Asia Selatan, hingga dukungan sumber daya manusia yang profesional dan adaptif.
Ke depan, PAG akan terus meningkatkan keandalan operasional terminal dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta menghadirkan berbagai inovasi untuk memperkuat ketahanan energi nasional.







