SPMB 2026 Bandung Ditekankan Adil dan Humanis, Farhan: Jangan Sampai Ada Anak Kehilangan Hak Pendidikan

JABAR PASS  – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai mematangkan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 melalui kegiatan sosialisasi dan komunikasi publik yang digelar di Hotel Grandia Bandung, Selasa (12/5/2026).

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa pelaksanaan SPMB bukan sekadar proses administrasi tahunan, melainkan langkah awal untuk memastikan hak pendidikan seluruh anak terpenuhi secara adil.

“SPMB ini bukan hanya urusan administrasi penerimaan siswa. Ini adalah bagaimana kita smemastikan anak-anak mendapatkan hak pendidikan yang layak,” ujarnya.

Farhan menjelaskan, dinamika sistem penerimaan murid baru di Indonesia terus mengalami perubahan dari tahun ke tahun, baik dari sisi nomenklatur, mekanisme, hingga pola seleksi yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan di lapangan.

Ia mengakui, persoalan penerimaan siswa baru kerap menjadi isu sensitif, terutama pada sekolah negeri yang memiliki keterbatasan daya tampung dibanding jumlah pendaftar.

Meski demikian, berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Bandung, secara umum daya tampung lulusan SD menuju SMP negeri tidak mengalami defisit signifikan. Persoalan utama justru muncul akibat penerapan sistem domisili atau zonasi untuk pemerataan akses pendidikan.

Karena itu, Farhan menilai komunikasi publik menjadi kunci utama agar masyarakat memahami mekanisme yang berlaku dan tidak mudah terpengaruh informasi yang keliru.

“Komunikasi jangan sampai terputus. Ketika masyarakat merasa tidak mendapatkan informasi yang jelas, biasanya akan muncul keresahan dan keributan yang sebenarnya tidak perlu,” katanya.

Ia menuturkan, pelaksanaan SPMB 2026 diperkuat melalui Peraturan Wali Kota Bandung Nomor 24 Tahun 2026 tentang perubahan atas Peraturan Wali Kota Nomor 24 Tahun 2025 mengenai sistem penerimaan murid baru pada jenjang TK, SD, dan SMP negeri.

Aturan tersebut juga dilengkapi petunjuk teknis pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 untuk memastikan proses berjalan tertib, jelas, dan memberikan kepastian bagi masyarakat.

Farhan menekankan empat prinsip utama yang harus dijaga seluruh pihak dalam pelaksanaan SPMB tahun ini.

Prinsip pertama adalah keadilan dan pemerataan. Ia menegaskan tidak boleh ada anak di Kota Bandung kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi, akses informasi, maupun faktor non-akademik lainnya.

“Kita ingin memastikan semua anak punya kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang,” ujarnya.

Prinsip kedua adalah transparansi dan integritas. Farhan meminta seluruh jajaran Dinas Pendidikan, kepala sekolah, operator sekolah, hingga panitia SPMB menjaga proses penerimaan tetap bersih dan terbuka.

Ia juga meminta Dinas Pendidikan menyiapkan tim komunikasi publik yang aktif memberikan informasi kepada media dan masyarakat guna mencegah kesimpangsiuran informasi seperti yang kerap terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

“Hindari manipulasi data dan berbagai penyimpangan yang mencederai kepercayaan masyarakat. Integritas adalah wajah kita semua,” tegasnya.

Selain itu, Farhan menyoroti pentingnya pelayanan yang humanis kepada masyarakat. Menurutnya, masa penerimaan sekolah merupakan periode penuh harapan sekaligus kecemasan bagi para orang tua.

Karena itu, pelayanan harus dilakukan secara ramah, jelas, informatif, serta mampu memberikan solusi bagi masyarakat yang mengalami kesulitan.

Ia juga meminta seluruh unsur kewilayahan mulai dari kecamatan, kelurahan, RT/RW hingga Forkopimda turut menjaga kondusivitas selama proses penerimaan berlangsung.

Farhan menilai penguatan sistem digital menjadi langkah penting untuk meminimalkan potensi manipulasi data.

“Dengan sistem digital, risiko intervensi data menjadi jauh lebih kecil,” katanya.

Di hadapan peserta sosialisasi, Farhan turut mengajak media massa, komite pendidikan, organisasi masyarakat, dan komunitas warga untuk bersama-sama menyebarluaskan informasi yang benar mengenai SPMB 2026.

Menurutnya, keberhasilan sistem penerimaan murid baru bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Ia pun mengapresiasi Dinas Pendidikan Kota Bandung dan panitia SPMB 2026 yang dinilai memegang tanggung jawab besar dalam memastikan akses pendidikan berjalan adil dan berkualitas.

“Inilah nikmatnya berdemokrasi. Kebenaran tidak dijaga satu pihak saja, tetapi menjadi tanggung jawab bersama,” tuturnya.

Farhan berharap pelaksanaan SPMB 2026 mampu melahirkan tata kelola pendidikan yang semakin baik serta mendukung lahirnya generasi Kota Bandung yang unggul, berkarakter, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan menuju visi Bandung Utama: unggul, terbuka, amanah, maju, dan agamis.

  • Berita Terkait

    Tesavara Resmi Rebranding, Usung Konsep Refined Label dengan Desain Timeless

    JABAR PASS – Memasuki tahun kesembilannya di industri fashion, PT Isvara melalui brand fesyen perempuan Tesavara resmi melakukan rebranding sebagai bagian dari langkah strategis untuk memperkuat identitas dan arah pengembangan…

    Mahasiswa ITB Kenalkan Tangram Robot di Festival Literasi Kota Bandung

    JABAR PASS – Festival Literasi Kota Bandung kembali menghadirkan wajah baru dari perpaduan literasi dan teknologi. Salah satu yang menarik perhatian pengunjung adalah Tangram Robot, sebuah media pembelajaran interaktif dari…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Baca Juga

    Tesavara Resmi Rebranding, Usung Konsep Refined Label dengan Desain Timeless

    • August 8, 2026
    • 13 views
    Tesavara Resmi Rebranding, Usung Konsep Refined Label dengan Desain Timeless

    Catatan Balad Bobotoh

    Persib vs Persebaya, Final Ideal Piala Presiden 2026

    • August 6, 2026
    • 48 views
    Catatan Balad Bobotoh <br/><br/> Persib vs Persebaya, Final Ideal Piala Presiden 2026

    Toko Perlengkapan Mayat, Bisa Laku dengan Syarat ini, Ngeri …! Saksikan di Bioskop

    • August 3, 2026
    • 67 views
    Toko Perlengkapan Mayat, Bisa Laku dengan Syarat ini, Ngeri …! Saksikan di Bioskop

    Farhan Pastikan Pasokan Pangan Kota Bandung Aman Meski Harga Ayam dan Timun Naik

    • July 31, 2026
    • 68 views
    Farhan Pastikan Pasokan Pangan Kota Bandung Aman Meski Harga Ayam dan Timun Naik

    Harga Pangan Hari Ini 31 Juli 2026: Cabai Rawit Merah Rp54.450 per Kg, Telur Ayam Rp29.550

    • July 31, 2026
    • 64 views
    Harga Pangan Hari Ini 31 Juli 2026: Cabai Rawit Merah Rp54.450 per Kg, Telur Ayam Rp29.550

    Jembatan Dago Diperbaiki, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Pembangunan Baru

    • July 31, 2026
    • 62 views
    Jembatan Dago Diperbaiki, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Pembangunan Baru