Hadapi Lonjakan Sampah Lebaran, Cicendo Andalkan Gaslah dan Patroli RW

Bagikan Postingan

JABAR PASS – Kecamatan Cicendo mengandalkan kolaborasi dengan Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah (Gaslah) serta penguatan patroli kewilayahan hingga tingkat RW untuk menghadapi potensi lonjakan sampah saat Idulfitri 1447 H.

Camat Cicendo, Siti Romlah memastikan, berbagai langkah antisipasi telah disiapkan secara matang. Menurutnya, pengelolaan sampah di wilayah Cicendo sejauh ini berjalan optimal berkat kerja sama lintas unsur.

“Alhamdulillah untuk penanggulangan sampah di Cicendo sudah sangat terkolaborasi. Semua sudah ditangani oleh tim Gaslah. Raihan sampah tim ini sudah mencapai 105 persen dan sudah di semua 56 RW,” ujarnya saat diwawancarai di Stasiun Bandung, Jumat 20 Maret 2026.

Memasuki periode lebaran, pihaknya mengintensifkan patroli lingkungan dengan sistem piket yang melibatkan kecamatan, kelurahan, Gober, serta Linmas. Setiap wilayah memiliki tanggung jawab pemantauan yang terstruktur.

“Pada saat lebaran ini kita lakukan patroli, kerja sama ada jadwal dengan Gober, kelurahan, kecamatan. Semua punya titik tanggung jawab, diberikan piket antara RW yang menjadi binaan dan harus dipantau terus,” katanya.

Pengawasan juga dilakukan di titik-titik keramaian, termasuk masjid saat pelaksanaan salat Idulfitri. Setiap lokasi telah memiliki mekanisme monitoring untuk memastikan kebersihan tetap terjaga selama kegiatan berlangsung.

Selain patroli, pengelolaan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) juga menjadi perhatian. Dari lima TPS yang ada di Cicendo, saat ini hanya TPS Sukaraja di kawasan Dakota yang masih aktif, sementara lainnya telah beralih ke sistem ritase.

“Iya, memang itu ada jaga piket. Kita ada lima TPS. Cuma sekarang yang masih aktif itu hanya Sukaraja yang di Dakota. Sisanya sudah berubah ke ritase,” jelasnya.

Piket penjagaan TPS dilakukan secara ketat, terutama untuk mencegah pembuangan sampah ilegal dari luar wilayah. Hal ini mengingat posisi Cicendo yang berbatasan dengan Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat.

“Kita juga melanjutkan piket itu karena sangat efektif sekali. Karena kita ini perbatasan dengan Cimahi dan Kabupaten, sehingga ada kemungkinan yang membuang sampah dari luar kota,” ungkap Siti.

Ia memastikan, hingga saat ini tidak ditemukan adanya timbunan sampah liar di wilayah Cicendo. Kondisi tersebut, menurutnya, merupakan hasil dari patroli aktif yang dilakukan secara berkala oleh petugas di lapangan.

“Kalau tumpukan sampah hampir tidak ada, semua bisa dikendalikan. Karena kita sudah punya tanggung jawab, patroli ada. Jadi Linmas juga aktif, tidak diam di pos-pos tapi harus keliling,” tuturnya.

Keberhasilan ini juga ditopang oleh kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta UPT terkait, yang memastikan sistem ritase berjalan lancar di seluruh wilayah.

Di sisi lain, edukasi kepada masyarakat terus digencarkan, khususnya terkait pemilahan sampah dari rumah tangga. Saat ini, tingkat partisipasi warga dalam memilah sampah telah mencapai lebih dari 70 persen.

“Kita sudah memberikan edukasi ke warga bahwa setiap keluarga itu harus memilah sampah organik dan anorganik. Alhamdulillah sudah mencapai 70 persen,” katanya.

Ia menambahkan, pengolahan sampah organik kini sudah banyak dilakukan di tingkat lingkungan RW, sehingga tidak lagi dibuang ke TPS.

“Jadi tidak ada sampah organik yang diserahkan ke TPS, karena sudah diolah di lingkungan RW,” imbuhnya.

Meski pada hari H Idulfitri terdapat penyesuaian jadwal layanan, petugas Gaslah tetap disiagakan melalui sistem piket untuk mengantisipasi potensi penumpukan sampah.

“Petugas Gaslah tetap bertugas karena ada piket. Setelah hari raya, mereka langsung kembali bertugas. Karena sampah ini kalau tidak diurus satu hari saja bisa menumpuk dan jadi masalah,” tegasnya.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk bijak dalam memproduksi sampah selama Lebaran, serta menjaga kebersihan lingkungan, termasuk saat pelaksanaan salat Idulfitri.

“Kita mengimbau kepada masyarakat tidak terlalu banyak produksi sampah. Diharapkan sampah itu dirapikan di rumah tangga, tidak diserahkan dulu. Termasuk saat salat Id, bekas tikar atau koran harus dikumpulkan oleh panitia dan dibuang pada tempatnya,” pungkasnya

Bagikan Postingan
  • Related Posts

    Harga Emas Antam Naik Rp15.000, Tembus Rp2,639 Juta per Gram

    Bagikan Postingan

    JABAR PASS  – Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali mengalami kenaikan pada Kamis (3/9/2026). Berdasarkan pantauan harga emas Antam di laman Logam Mulia pada pukul 09.00 WIB, harga…

    Bagikan Postingan

    Harga Pangan Relatif Aman, Harga Ayam Tembus Rp40 Ribu Jadi Perhatian Pemkot Bandung

    Bagikan Postingan

    JABAR PASS – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan kondisi pasokan pangan secara umum masih aman. Namun, kenaikan harga daging ayam menjadi perhatian serius karena komoditas tersebut merupakan salah satu sumber…

    Bagikan Postingan

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You Missed

    Di Partai Puncak, UPI dan STKIP Pasundan Akan Berebut Gelar Juara Campus League Futsal Regional Bandung 2026

    Di Partai Puncak, UPI dan STKIP Pasundan Akan Berebut Gelar Juara Campus League Futsal Regional Bandung 2026

    Diikuti lebih dari 50 atket, Kota Bandung Sabet Juara Umum Ekshibisi Xiang -Qi

    Diikuti lebih dari 50 atket, Kota Bandung Sabet Juara Umum Ekshibisi Xiang -Qi

    MILKLIFE SOCCER CHALLENGE BANDUNG SERI 1 2026 – 2027 SDN 021 Ciporeat dan SDN 075 Jatayu Raih Podium Tertinggi

    MILKLIFE SOCCER CHALLENGE BANDUNG SERI 1 2026 – 2027 SDN 021 Ciporeat dan SDN 075 Jatayu Raih Podium Tertinggi

    PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

    Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp111.600 per Kg, Telur Ayam Rp29.350

    Kawal 124 Atlet Kejurnas, Kontingen Catur Jabar Siap Tempur!