JABARPASS – Meskipun terbentur efisiensi anggaran sehingga nyaris stop, namun Liga Catur Ngabuburit Percasi Kota Bandung masih bisa terus menggelinding.
Sebanyak 126 pecatur baik itu yang bergelar Fide Master (FM), Woman Fide Master (WFM), Nasional Master (NM), tim Porprov, para pecatur langganan liga termasuk para pecatur Junior dari SMP dan SD tampak ambil bagian pada Liga Catur Ngabuburit Percasi Kota Bandung yang digelar di aula DPD Golkar Kota Bandung, Jalan Pelajar Pejuang’45, Bandung,

Minggu, 15 Maret 2026, dari siang hingga jelang buka puasa.
Para pecatur dari tiga kategori (Open, SMP, SD) itu tetap tampil semangat, terutama bagi mereka yang saban bulan ramadan ikutan Liga Catur Ngabuburit Percasi Kota Bandung.
Ketua Umum Percasi Kota Bandung, Salahuddin Al Ayubi, mengemukakan, jika liga catur ngabuburit ini nyaris tidak terselenggarakan. Pasalnya, karena terbentur efisiensi anggaran.
” Liga catur ngabuburit ini merupakan program tahunan yang digelar Percasi Kota Bandung setiap bulan ramadan. Makanya agar jangan sampai terputus, dengan anggaran morat-marit sekalipun kamu wujudkan liga ini, ” beber Salahuddin Al Ayubi.

” Nya piraku we pas ayeuna saya ngajabat Ketua Umum, Liga Catur Ngabuburit Percasi Kota Bandung diperekeun. Jadi dengan satekah polah, kumaha carana, ditambah dukungan solid ti rengrengan pengurus, liga catur ngabuburit tetep aya, ” teges pria yang akrab disapa Ayub tea, seraya menoleh ke Ketua KONI Kota Bandung, Nuryadi yang berada disampingnya.
Kelangsungan Liga Catur Ngabuburit Percasi Kota Bandung, betapa tidak mendapat apresiasi hangat dari Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Edwin Senjaya yang notabene adalah Pembina Percasi Kota Bandung dan juga tentunya dari Ketua KONI Kota Bandung, Nuryadi
Bahkan untuk persiapan menghadapi Porprov 2026, Edwin Senjaya mengatakan, anggaran akan dipertimbangkan agar target 2 emas bisa terwujud.

Liga Catur Ngabuburit Percasi Kota Bandung, yang terpantau menarik tentunya di kategori Open yang melibatkan 16 pecatur bergelar FM, WFM, dan NM serta tim Porprov baik senior maupun junior.
Mengapungkan system Swiss 7 babak dengan waktu berpikir 10 menit + 5 detik, wasit pertandingan yang bertugas Ateng Sobandi, WN, Syamsul Ma’arif, WN, Rusep, WN, dan Eri Kusaeri, WNP menetepkan FM Deni Sonjaya sebagai kampiun kategori Open.
Deni Sonjaya mengatakan, meski liga ngabuburit main tetep serius. Terbukti, perolehan poinnya beda tipis.
” Alhamdulillah, kenging hadiah. Teu ageng, da namina oge uang pembinaan. Tapi, nya lumayan kanggo meser cangkang ketupat mah, ” guyonnya.
Seberes pembagian hadiah uang pembinaan kepada para juara dari tiga kategori, Liga Catur Ngabuburit Percasi Kota Bandung 2026 diakhiri dengan takzil sekaligus buka puasa peserta bareng panitia dan pengurus Percasi Kota Bandung.
Bravo Percasi Kota Bandung !!!
(h.soleh subary/”JABARPASS”) ***









