JABAR PASS – Kepolisian Negara Republik Indonesia menegaskan rekrutmen Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 hanya melalui satu jalur, yakni jalur reguler tanpa kuota khusus.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, ketentuan tersebut merupakan arahan Kapolri melalui Asisten SDM Kapolri Irjen Pol. Anwar.
“Sebagaimana yang dipesankan oleh Bapak Kapolri melalui Bapak Asisten SDM Kapolri bahwa rekrutmen Akpol hanya melalui jalur reguler,” ujarnya di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta, Selasa.
Polri juga mengimbau calon peserta maupun keluarga agar tidak tergiur iming-iming pihak tidak bertanggung jawab yang menawarkan jalur khusus dengan meminta sejumlah uang. Masyarakat diminta mengabaikan tawaran tersebut karena proses seleksi dilakukan secara transparan.
Ia menegaskan, jika menemukan praktik penipuan atau percaloan dalam rekrutmen, masyarakat diminta segera melaporkan. Pengaduan dapat disampaikan melalui Divisi Propam Polri, hotline rekrutmen, Bareskrim Polri, maupun kepolisian setempat.
Menurutnya, rekrutmen Taruna-Taruni Akpol merupakan investasi jangka panjang Polri untuk mencetak calon pemimpin masa depan dengan proyeksi 25 hingga 30 tahun mendatang. Karena itu, proses seleksi dilakukan secara ketat dan berintegritas.
Selain itu, Polri juga terus melakukan evaluasi kurikulum pendidikan di lembaga kepolisian, termasuk Akpol, guna memperkuat nilai kepribadian serta menghilangkan praktik kekerasan, khususnya dalam relasi senior dan junior. Sejak reformasi 1998, Polri menekankan kultur polisi sipil yang menjunjung tinggi hak asasi manusia, kemampuan komunikasi, serta pendekatan pelayanan yang humanis.
Polri pun mengajak masyarakat mendukung proses rekrutmen terpadu sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.








