” Semua ada jenjangnya di catur. Ada MN, GM, IM atau FM. Jadi nggak mungkin orang ujug-ujug dari kecil tahu-tahu Grand Master. Nah, turnamen seperti ini menjadi salah satu perjenjangan tadi, ” GM Utut Adianto
JABARPASS – Pengurus Besar (PB) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) bersama Sekolah Catur Urut Adianto (SCUA) kembali menguji para pecatur muda dan senior pada gelaran catur internasional Percasi – SCUA Fide Rate 3 Chess Tournament 2026.
Bertempat di Mawangi Hotel, Jalan Karang Tinggal, Kota Bandung, sebanyak 62 Pecatur termasuk pecatur internasional dari Malaysia dan Singapura, terlibat dalam turnamen yang akan berlangsung dari tanggal 14 Januari hingga 18 Januari 2026.

Ketua Umum PB Percasi GM Urut Adianto, menyebutkan, bahwa SCUA sudah dua kali menggelar kejuaraan ini. Pertama digelar pada November 2023 dan kedua pada Februari-Maret 2924. Namun bagi PB Percasi, kejuaraan ini merupakan agenda kegiatan pertama tahun ini.
” Turnamen ini digelar khususnya untuk memperbaharui dan meningkatkan peringkat atau Elo rating pecatur. Elo ini adalah kekuatan bagi pecatur dan sudah diakui secara internasional, ” papar GM Urut Adianto kepada wartawan di Mawangi Hotel, Rabu (14)1/2026).

Turnamen ini, terang Utut, melibatkan pecatur mudan dan senior di mana tujuan utamanya adalah supaya makin banyak orang Indonesia yang punya elo rating
” Dengan ini abak-anak yang masih kecil bisa punya elo rating. Kalau ada pemain luar negeri yang datang, ya silakan saja. Tapi, intinya pembinaan dalam negeri, ” jelasnya.
Urut Adianto juga meyakinkan bahwa turnamen ini digelar khususnya untuk memperbaharui dan meningkatkan peringkat atau Elo rating pecatur. Sebab, memiliki Elo rating dengan tingkat tertentu menjadi syarat pecatur bisa bertanding ke level internasional.

Hasil turnamen ini tentu akan dilaporkan OB Percasi ke Federasi Catur Dunia (FIDE) supaya pecatur itu dapat elo rating.
Lebih penting lagi, kata Utut, turnamen ini juga merupakan bagian dari program kerja PB Percasi dengan membuat jenjang pembinaan mulai dari skala nasional.
” Semua ada jenjangnya di catur ada Master Nasional (MN), Grand Master (GM), Internasional Master (IM), dan Fide Master (FM). Jadi, enggak mungkin orang ujug-ujug dari kecil tahu-tahu Grand Master. Nah, turnamen seperti ini menjadi salah satu perjenjangan tadi, ” pungkas Utut Adianto
(h.soleh subary/’JABARPASS’) ***










