JABARPASS – Kota Bandung kembali menjadi surga para pecatur Indonesia. Betapa tidak, selang sehari setelah gelaran Superchess National Tournament Series III 2025, kali ini gelaran turnamen tak kalah bergengsi hadir yaitu Nusantara Grandmaster Tournament.
Ajang ini berlangsung di Hotel Mawangi Jl. Karang Tineung No.11 Cipedes, Kota Bandung, mulai Selasa (22/7/2025) hingga Minggu (27/7/2025).
Nusantara Grandmaster Tournament memang terbilang istimewa lantaran diikuti oleh 10 pecatur papan atas dari Indonesia, Vietnam dan Filipina. Ke-10 peserta turnamen ini terdiri dari 5 Grand Master (GM), 3 International Master (IM), dan 2 Fide Master (FM).

Ketua panitia pelaksana, Woman Grand Master (WGM) Dewi Ardiani Anastasia Citra, mengatakan bahwa pertandingan berlangsung dalam format Round Robin 9 babak catur standard dengan kontrol waktu 90 menit + 30 detik tambahan per langkah.
Turnamen ini dirancang untuk memberikan peluang bagi pecatur Indonesia menaikkan rating dan meraih normal gelar international.
” Intinya, kami ingin menciptakan ruang kompetitip yang berkualitas agar pemain-pemain Indonesia punya kesempatan menaikkan rating mereka. Ada juga yang sedang mengejar norma internasional master atau bahkan grand master. Maka turnamen ini bisa jadi ajang penting bagi mereka, ” beber Citra kepada wartawan di Hotel Mawangi, Selasa (22/7/2025).

Menurutnya, gelaran ini diharapkan melahirkan atlet catur Tanah Air yang bisa menambah koleksi gelar internasional, atau bahkan menyandang status grand master penuh.
Citra juga menyampaikan terima kasih kepada sejumlah pihak yang mendukung turnamen ini, khususnya kepada Eka Putrawirja yang dikenal sebagai tokoh yang konsisten mendorong perkembangan catur Indonesia.
” Pak Eka selama ini sangat peduli dengan dunia catur. Beliau selalu memotivasi para pecatur untuk terus mengejar gelar dan prestasi, ” imbuh Citra.
Akan pemilihan Bandung sebagai lokasi penyelenggaraan bukan tanpa alasan. Menurut Citra, Hotel Mawangi yang menjadi venue turnamen memiliki dukungan penuh terhadap kegiatan catur, bahkan sebelumnya telah menjadi tempat digelarnya beberapa turnamen serupa.
” Hotel ini milik kak Melati, dan beliau sangat mendukung dunia catur. Sudah beberapa kali kami menyelenggarakan turnamen di sini, dan suasananya sangat mendukung untuk pertandingan serius seperti ini, ” ujarnya.
Dari 10 peserta yang tampil, perhatian khusus tertuju pada dua pecatur muda Indonesia, Satria Duta Cahaya dan Sean Winshand Cuhendi. Keduanya berpeluang besar membawa pulang prestasi membanggakan dari turnamen ini.
” Satria Duta hanya kurang satu norma lagi untuk meraih gelar International Master. Sementara Sean Winshand tinggal menambah 15 poin rating untuk bisa mengklaim gelar Grand Master, ” terang Citra.
Prestasi Satria Duta sebelumnya pun cukup mengesankan, saat ia berhasil mengumpulkan poin sempurna 9 dari 9 babak di Super Chess National Tournament Series III 2025. Kini, harapan besar kembali disematkan kepadanya.
Di tempat yang sama Dewan Pembina Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi), Eka Putrawirja sangat mendukung terlaksananya ajang Nusantara Grandmaster Tournament, bahkan termasuk Super Chess Series III yang digelar selang sehari sebelumnya di Bandung.

“Terlebih turnamen ini diadakan untuk mengangkat prestasi pecatur Indonesia. Sehingga kami berharap akan muncul Grand Master baru, ” kilah Eka.
Menurut Eka, selain kenaikan rating, Nusantara Grandmaster Tournament juga bisa dijadikan momen mendapatkan gelar tertinggi catur.
” Kesempatan itu dimiliki Fide Master Satria Duta Cahaya dan Internasional Master Sean Winshand Cuhendi.”
” Dan Satria Duta (turnamen ini) untuk menggenapi tiga kali norma International Master, karena ratingnya sudah 2.400. Jadi, ada dua peluang walaupun saya tidak mengatakan bahwa yang lain juga berpeluang. Tapi memang ini dua (Satria Duta dan Sean Winshand) yang di depan mata kita (paling berpeluang), ” ujar Eka.
Eka pun menyebut, Nusantara Grandmaster Tournament ini juga akan semakin mengokohkan posisi Indonesia di percaturan Regional (Asia Tenggara) dan dunia.
” Di kawasan Regional, Vietnam dan Filipina menjadi lawan yang paling berat bagi Indonesia. Untuk itulah kedua negara ini turut mengirimkan perwakilan di turnamen ini, ” tandas Eka.
(H.SS/”JABARPASS”) *








