JABAR PASS – Meta, perusahaan induk dari Facebook, baru saja meluncurkan pendekatan terbaru untuk mengatasi penyebaran konten spam di platform media sosial tersebut. Langkah ini diambil untuk menciptakan pengalaman pengguna yang lebih bersih, aman, dan relevan.
Dalam pembaruan kebijakan terbarunya, Meta fokus pada peningkatan sistem deteksi otomatis dan penyempurnaan algoritma yang mampu mengenali pola-pola penyebaran spam secara lebih akurat. Ini termasuk konten yang bersifat menyesatkan, memancing interaksi berlebihan (engagement bait), atau menyebar secara masif tanpa konteks jelas.
Pendekatan ini bukan hanya soal menghapus konten bermasalah, tapi juga memberikan sinyal lebih kuat kepada pengguna tentang konten yang dinilai tidak kredibel. Salah satu fitur yang diperkenalkan adalah penurunan peringkat (downranking) terhadap postingan yang dianggap spam, sehingga tidak mudah muncul di beranda pengguna.
Selain itu, Meta juga terus bekerja sama dengan pihak ketiga untuk memverifikasi informasi serta mengedukasi pengguna agar lebih kritis dalam berinteraksi dan membagikan konten.
Langkah baru ini menegaskan komitmen Meta untuk menjaga integritas platform dan memastikan bahwa percakapan di Facebook tetap sehat dan bermakna.








