JABAR PASS = Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, nuansa patriotik mulai terasa di berbagai sudut Kota Bandung. Sejak awal Agustus, jalan-jalan mulai dipenuhi lapak pedagang bendera merah putih, menciptakan suasana khas jelang 17 Agustus.
Berbagai jenis bendera dijajakan — mulai dari bendera merah putih standar untuk rumah, motif Garuda, hingga bendera berukuran besar sepanjang 9 meter yang biasa digunakan di gedung perkantoran atau instansi pemerintah.
Kehadiran pedagang bendera menjadi tradisi tahunan yang dinantikan warga, sekaligus penanda semangat kemerdekaan mulai menggema di kota.
Pedagang Setia di Lokasi yang Sama Setiap Tahun
Agus Junaedi, salah satu pedagang yang telah berjualan sejak 2004, kembali membuka lapaknya di Jalan Siliwangi. Selama delapan tahun terakhir, ia konsisten berjualan di lokasi yang sama.
“Saya mulai jualan dari tanggal 1 sampai 16 Agustus. Yang paling laku biasanya bendera merah putih biasa. Pembeli kebanyakan dari perkantoran,” ujar Agus.
Meski mengakui persaingan dengan penjual daring cukup terasa, Agus tetap setia menyediakan stok bendera merah putih sebagai bentuk kontribusinya terhadap perayaan kemerdekaan.
Sementara itu, di Jalan Supratman, Afildan, yang telah berjualan sejak 2016, juga rutin hadir setiap tahun. Ia menawarkan berbagai ukuran bendera dengan harga berkisar antara Rp20.000 hingga Rp200.000.
“Pembeli macam-macam, dari warga biasa sampai instansi. Banyak yang datang karena bisa langsung lihat bahan benderanya. Kalau ada stok sisa, bisa disimpan untuk tahun depan,” jelasnya.
Menurut Afildan, ia sengaja tidak menaikkan harga agar pelanggan tetap bisa mendapatkan bendera berkualitas dengan harga terjangkau.
Bertahan Meski Diterpa Penjualan Online
Iwan Setiawan, pedagang asal Garut yang telah menjajakan bendera sejak era 1980-an, juga masih setia berjualan di Bandung. Ia menyebut bendera sepanjang 20 meter adalah produk yang paling diminati, dengan omzet harian mencapai Rp300.000.
Namun, Iwan mengakui bahwa penjualan online memberi dampak signifikan pada pendapatan.
“Sekarang banyak yang beli online. Tapi Alhamdulillah masih ada pembeli dari kantor, RT/RW, dan warga. Mudah-mudahan Indonesia makin baik dan penjualan bisa ramai lagi,” harapnya.
Bukan Sekadar Jualan, Tapi Tradisi
Bagi para pedagang ini, berjualan bendera bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga soal melestarikan tradisi dan semangat nasionalisme. Lapak-lapak bendera yang menghiasi jalanan Bandung menjadi bukti bahwa kecintaan terhadap negeri bisa diwujudkan dalam berbagai cara—termasuk lewat kain merah putih yang berkibar gagah di setiap rumah dan jalan.









