JABAR PASS – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) membekali Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dengan berbagai keterampilan, mulai dari kemampuan administratif, etika pelayanan, hingga penguasaan bahasa Arab. Pembekalan ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan Haji 2026 sekaligus memperkuat layanan haji nasional.
Kemenhaj menggelar Pendidikan dan Latihan (Diklat) PPIH Arab Saudi 1447 H/2026 yang berlangsung pada 10–30 Januari 2026. Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, di Jakarta, Ahad, menyampaikan bahwa tahun 2026 menjadi fase penting dalam penyelenggaraan haji karena dihadapkan pada berbagai dinamika, seperti perubahan regulasi, penyesuaian sistem layanan di Arab Saudi, serta karakteristik jamaah yang semakin beragam dari sisi usia, kondisi kesehatan, dan latar belakang sosial.
Ia juga menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara dengan kuota haji terbesar di dunia, yakni sebanyak 221 ribu jamaah. Oleh sebab itu, para petugas diminta berkomitmen penuh untuk memprioritaskan pelayanan jamaah.
Menurut Irfan, berkaca dari pengalaman penyelenggaraan haji pada tahun-tahun sebelumnya, pelatihan kali ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai tugas dan tanggung jawab petugas. Seluruh tantangan yang ada, kata dia, menuntut kesiapan petugas yang lebih adaptif, profesional, dan berorientasi pada solusi.
“Tahun-tahun lalu memang banyak keluhan terhadap petugas haji, meskipun saya juga melihat banyak petugas yang dedikasinya luar biasa. Ada yang sampai tidur di lorong-lorong tenda Mina karena tidak kebagian tempat. Namun, harus diakui pula bahwa tahun lalu masih ada petugas yang belum memahami apa yang harus dilakukan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, lanjut Irfan, para peserta dibekali pemahaman mengenai kebijakan penyelenggaraan haji yang terus berkembang. Ia juga mengingatkan para petugas untuk meniatkan diri sebagai pelayan tamu-tamu Allah.
“Niatkanlah berangkat sebagai petugas haji dan pelayan tamu-tamu Allah. Insya Allah, jika ada rezeki dan peluang, kalian juga bisa melaksanakan ibadah haji,” katanya.
Selain itu, Irfan meminta para peserta untuk mengedukasi keluarga, lingkungan, dan masyarakat agar menunaikan ibadah haji melalui jalur resmi. Hal tersebut penting guna mencegah terjadinya kasus penipuan atau kegagalan berhaji, seperti yang terjadi pada tahun sebelumnya.
“Tahun kemarin banyak korbannya. Ada yang hanya sampai Madinah, ada yang hanya sampai Jeddah, bahkan ada yang hanya sampai Mina dan tidak bisa ke Arafah,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj, Puri Raharjo, mengatakan bahwa pelatihan ini dilaksanakan di Asrama Haji Pondok Gede dan kawasan Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma. Para petugas nantinya akan ditempatkan di Mekkah, Madinah, daerah kerja bandara, serta sektor layanan lainnya.
Ia menambahkan, kegiatan pelatihan ini dirancang untuk menampung 1.636 peserta. Hingga pagi hari pelaksanaan, sebanyak 1.501 peserta telah hadir, sementara sisanya masih dalam perjalanan dan dijadwalkan segera masuk asrama.










