
JABARPASS-Hanya tinggal hitungan hari memasuki masa purna tugas setelah 33 tahun lebih pengabdian dilalui sejak dilantik di istana negara oleh Presiden Suharto pada tanggal 27 Juli 1991, hal yg tak pernah diimpikan dan dikhayalkan olehnya, Sony Sonjaya akan dilantik menjadi Irjen Pol, atau jenderal Polsi Bintang dua.
Tentu saja bukan hadiah yang tiba2 jatuh dipundaknya, bukan juga bonus atau hadiah menjelang pensiun, karena sleuruh rekan kerjanya seangkatan mengenal Sony sebagai pemikir ulet dan pekerja keras.
Bernagai program terkenal para pimpinan Polri dia Kelola dan tangani sampai tuntas, sebut saja, dari mulai Satgas P2K pada jaman Kapolri Badroddin Haiti, yang merupakan gagasan Jenderal Budi Gunawan, Program Promoter Polri jamannya Kapolri pak Tito Karnavian, sampai ke Sistem E-Manajemen Penyidikan yang menjadi legacy dan kebanggan Kapolri Tito Karnavian semasa Aridono Sukmanto menjadi Kabareskrim.
Jauh sebelum itu, Sony Sonjaya dikenal memelopori Patroli Sepeda Ketika menjabat sebagai Wakapolres Simalungun Polda Sumatera Utara. Pada kurun waktu 2005-2006, Dia juga dipercaya oleh Kapolda Bambang Hendarso Danuri (yang kemudian menjadi Kapolri) untuk mengembangkan system pelaporan Masyarakat berbasis ADN (Abreviate Dial Number) 1120 di seluruh jajaran Polda Sumatera Utara, Web2SMS untuk penyebaran informasi cepat kepolisian dan mobile tracking untuk memonitor posisi dan pergerakan kendaraan2 patroli kepolisian.
Selepas Pendidikan Sespim tahun 2006, Sony Sonjaya, beserta 9 Perwira Polri berprestasi lainnya, antara lain Wahyu Widodo, yang sekarang menjadi Irwasum Polri, Syahardiantonoy g sekarang menjadi Kabareskrim Polri, ditugaskan untuk menjadi tim asistensi pada konflik di Poso selama 6 bulan sebelum akhirnya bertugas di Polda Jabar.
Pada masa menjadi Kasat Tipikor di Polda Jabar, Sony mengungkap beberapa kasus besar, antara lain kasus tipikor di lingkungan PT KAI sebesar Rp 100 M dengan tersangka mantan Dirut PT KAI dan Direktur Keuangan PT KAI, menuntaskan penanganan kasus Bansos Jaring Asmara di Garut dan bbrp kasus besar lainnya.

Pada masa Timur Pradopo menjadi Kapolda Jabar, Sony juga dipercaya untuk membangun system pelayanan pelaporan Masyarakat untuk seluruh jajaran Polda Jawa Barat dgn Abreviate Dial Number 9123 sebelum akhirnya didapuk menjadi Kapolres Majalengka, Kapolres Bandung dan Wadirreskrimsus Polda Jabar. Bahkan semasa menjadi Kapolres Bandung, 14 kasus pembunuhan diungkap tuntas 100% dibawah kepemimpinannya.
Baginya, tidak ada medan tugas yang dihindari, tugas dilapangan sebagai Kanit, Kasat, Kapolsek, Wakapolres, Kapolres, Wadirreskrim, Dirreskrim telah dilaluinya. Sebagai staf pun demikian, laptop dan PC Adalah teman sejati setiapharinya dalam berbagai tugas, baik sebagai Ka Siaga Ops dan Kapusdalops di Biro Ops Polda Sumut, sebagai Kasubbag Jianrenstra Rojianstra SOPS Polri, sebagai Kabag anev dan Kabagrenops Robinopsal Bareskrim.
Penugasan di Lembaga Pendidikan pun dinikmatinya dengan penuh semangat, tahun 1996-1997 ditugaskan sebagai Dantontar, Kasimin Mentarsis dan sebagai Dankitar Taruna Akpol batalyon Pratisara Wirya dan Paramasatwika, yang saat ini mantan anak asuhnya sudah banyak yang jadi Jenderal bahkan sebagaian sebagai Kapolda dan Wakapolda serta jabatan-jabatan penting di kepolisian.
Sony juga pernah ditugaskan sebagai Kakorsis di SPN Sampali Medan. Pada saat itu, sepulang mengikuti Pendidikan di Jepang tahun 2004 ttg community Policing, Sony melakukan perubahan pola pengasuhan Bintara Polri, tidak lagi cenderung militeristik tapi mulai dikenalkan menjadi pengasuhan ubntuk menjadi civilian police dengan community policing oleh-oleh dari Jepang-nya.
Tidaklah mengherankan bila melihat latarbelakang Sony sejak kecil, meskipun berasal dari keluarga sangat tidak mampu, bapaknya hanya sebagai buruh bangunan dan pekerja serabutan, kadang jadi montir, kadang jadi sopir, Sony kecil ditempa dengan kerasnya kehidupan. Berjualan pisang, combro, bala-bala keliling kampung, kernet angkot jurusan Kelapa-Ledeng, kuli pompa air tetangga, pengantar anak sekolah TK, kuli bangunan dan terakhir sebagai korektor koran harian Mandala pernah dilakoninya.

Kehidupan yang keras tersebut memupuk kepemimpinan Sony, dari mulai menjadi Ketua Kelas di SD Cihampelas, Ketua Osis dan Dewan Penggalang di SMP 12 Bandung, Ketua Osis merangkap Juru adat pramuka dan Ketua Angkatan Paskibra di sekolah Elite SMA 3 Bandung.
Kehidupan masa Pendidikan Taruna Akpol pun demikian, dia pernah menjabat sebagai Dankikorps Taruna dan sebagai Kasi Ops Resimen Taruna Akpol, semacam Asisten Operasi. Pada saat mengikuti Pendidikan di PTIK dia menjadi Wakil ketua dan kemudian menjadi ketua Angkatan PTIK tahun 1999-2001, sebagai anggota Senat pada saat Pendidikan di Sespim Polri tahun 2006 demikian juga sebagai anggota Senat pada Lemhannas PPRA Angkatan LIX.
Pun demikian Ketika dia mulai bergabung pada Badan Gizi Nasional sejak akhir Mei 2025, rekan-rekan kerjanya di BDN mengenal Sony sebagai pribadi yang ulet memandang laptop dari pagi, siang, sore hingga malam. Hal tersebut membuahkan hasil system pelaporan yang digunakan oleh seluruh Ka SPPG di seluruh Indonesia yang disebut Sistem Dialur.
Berbagai tantangan dan rintangan, issue, tudingan maupun pujian baginya hanya merupakan ujian yang harus dihadapi dengan doa, tawakal dan ketenangan, tetap focus pada pekerjaan Adalah prinsip utamanya yang pada akhirnya mengantar dia pada posisi sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional yang dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada tanggal 17 September 2025 di Istana Negara.
“Kalau saya menjawab semua tudingan, kalua saya meladeni semua tuduhan, apalagi sampai membawanya ke ranah hukum, maka saya tidak akan dapat focus bekerja. Saya mendapatkan tugas besar agar program ini berjalan sesuai harapan pimpinan BGN, sesuai harapan pimpinan negara. Dan alhamdulillah kami semua bangga Ketika tanggal 15 Agustus 2025 Bapak Presiden menyampaikan data tentang program MBG.” Demikian ulasnya Ketika ditanya mengenai suka duka dan tantangan yang dihadapinya.
Berdasarkan informasi dari Mabes Polri, minggu depan Sony akan dilantik menjadi Irjen Pol, jenderal dengan dua Bintang di pundaknya. Jenderal tua yang tetap memiliki semangat muda. Selamat bertugas dan terus berkarya…










