JABAR PASS – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga bawang putih secara nasional mengalami penurunan tipis sebesar 0,17 persen pada minggu pertama Februari 2026, meski masih berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) sebesar Rp38.000 per kilogram.
Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyebutkan rata-rata harga bawang putih nasional pada periode tersebut tercatat Rp39.743 per kilogram, sedikit turun dari Januari 2026 yang berada di Rp39.813 per kilogram. “Ada 122 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) bawang putih,” ujar Ateng di Jakarta, Senin.
Harga tertinggi bawang putih tercatat mencapai Rp100.000 per kilogram di Kabupaten Intan Jaya (Papua Tengah) dan Kabupaten Pegunungan Bintang (Papua Pegunungan). Sementara harga terendah berada di kisaran Rp24.000 per kilogram. Di beberapa wilayah, harga mendekati HAP, seperti di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, sekitar Rp38.000 per kilogram.
Sementara itu, harga bawang merah nasional tercatat Rp41.376 per kilogram, sedikit di bawah HAP yang ditetapkan sebesar Rp41.500 per kilogram. Dibanding Januari 2026, harga bawang merah turun cukup signifikan, yakni 6,53 persen. Meski demikian, masih terdapat 64 kabupaten/kota yang mencatat kenaikan IPH bawang merah.
Beberapa daerah bahkan mencatat lonjakan harga cukup tajam. Kabupaten Boven Digoel (Papua Selatan) mencatat harga bawang merah Rp80.000 per kilogram, naik 44,46 persen, atau 92,7 persen di atas HAP. Lonjakan serupa juga terlihat di Kabupaten Rote Ndao (NTT) dan sejumlah wilayah lain. Namun, sebagian besar kabupaten/kota masih mencatat harga bawang merah di bawah HAP, misalnya Kabupaten Garut (Jawa Barat) Rp27.000 per kilogram.







