JABAR PASS – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung bergerak cepat merespons bencana longsor yang terjadi di wilayah Cisarua, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Sejak Sabtu (24/1/2026) pagi, tim Dinsos bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) langsung turun ke lokasi untuk menyalurkan bantuan awal sekaligus melakukan asesmen kebutuhan warga terdampak.
Kepala Dinsos Kota Bandung, Yorisa Sativa, mengatakan bantuan yang dikirimkan saat ini masih bersifat sementara, berupa pemenuhan kebutuhan dasar sandang dan pangan bagi para korban.
“Begitu menerima informasi, tim Dinsos Kota Bandung bersama Tagana segera bergerak membawa bantuan kebutuhan dasar, seperti sandang dan pangan. Namun, ini masih bersifat awal karena kami datang bersama BPBD dan Diskarmat Kota Bandung untuk menginventarisasi serta melakukan asesmen kebutuhan di lapangan,” ujar Yorisa di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Yorisa juga melakukan koordinasi langsung dengan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat guna menyamakan data serta memetakan kebutuhan warga terdampak.
Ia mengungkapkan, proses pendataan masih terus berlangsung. Dinsos Kota Bandung akan kembali turun ke lokasi bersama BPBD untuk memastikan kebutuhan logistik lanjutan, termasuk kemungkinan pendirian dapur umum.
“Pada Minggu (25/1/2026) kami akan kembali ke lokasi untuk memastikan kebutuhan logistik tambahan, termasuk dapur umum, jumlah kepala keluarga dan jiwa terdampak, serta estimasi kebutuhan selama masa pengungsian dan proses pencarian,” jelasnya.
Selain bantuan dari pemerintah, Dinsos Kota Bandung juga menggalang dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Lembaga kesejahteraan sosial serta Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) di Kota Bandung turut dilibatkan untuk memperkuat bantuan kemanusiaan bagi warga Kabupaten Bandung Barat.
“Bantuan yang dibutuhkan tidak hanya bahan pokok. Dampak longsor memungkinkan adanya kebutuhan tambahan seperti pakaian dan makanan siap saji. Semua masih kami inventarisasi sambil menunggu pembaruan data di lapangan,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya penataan dan distribusi bantuan agar merata serta tepat sasaran, sehingga tidak menumpuk di satu titik saja.
“Kami ingin memastikan seluruh bantuan tertata dengan baik dan tersalurkan secara adil sesuai kebutuhan warga terdampak. Karena itu, kami terus menunggu pembaruan data agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat guna,” pungkasnya. (kyy)








