“Perang Kota”: Pergulatan Ideologi, Bahasa, dan Gender dalam Jakarta Pasca-Kemerdekaan

JABAR PASS – Sutradara kenamaan Mouly Surya kembali dengan karya terbarunya, “Perang Kota”, sebuah film yang bukan hanya menyoroti konflik bersenjata, tetapi juga pertempuran ideologi, bahasa, dan relasi kuasa pascakemerdekaan di Jakarta. Film ini akan tayang di bioskop mulai 30 April 2025.

Mengutip dari ANTARA, Diadaptasi dari novel “Jalan Tak Ada Ujung” karya Mochtar Lubis, film ini mengeksplorasi lebih dalam dinamika psikologis dan sosial di era pascakolonial. Mouly tidak sekadar mengangkat cerita tentang perjuangan fisik, tetapi juga menyajikan bagaimana bahasa menjadi simbol perlawanan terhadap penjajahan dan bagaimana posisi perempuan dalam perjuangan ikut dipertanyakan dan diuji.

Film ini diklasifikasikan untuk usia 17 tahun ke atas oleh Lembaga Sensor Film, karena memuat tema-tema berat dan kompleks yang tidak ditujukan untuk anak-anak.

Pertarungan Bahasa dan Identitas
Dalam salah satu cuplikan film yang bocor, muncul dialog dari karakter Baba Tan (Chew Kin Wah), seorang Tionghoa nasionalis, yang berkata dengan getir, “Belanda, pakai baju Inggris, Nederlands spreken”. Kalimat ini menggambarkan bagaimana warga melihat bahasa Belanda sebagai simbol kolonialisme yang harus dilawan.

Para pejuang digambarkan berusaha keras memasyarakatkan penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bentuk perlawanan kultural, meski campuran bahasa Belanda dan daerah masih terdengar di beberapa percakapan. Keputusan Mouly mempertahankan realisme bahasa ini membuat film terasa otentik, walau berisiko membingungkan penonton. Untungnya, kualitas audio dari Vincent Villa serta keberadaan teks takarir mampu menjembatani kesulitan itu.

Visual Klasik, Emosi Kontemporer
Penggunaan rasio layar 4:3 menambah nuansa klasik yang intim. Teknologi Dolby Atmos dan penggunaan senjata-senjata klasik seperti Luger memperkuat sensasi realis dalam adegan-adegan aksi.

Namun, “Perang Kota” bukan hanya tentang pertempuran. Ini adalah cerita tentang Isa, seorang guru musik (diperankan oleh Chicco Jerikho) yang diam-diam menjadi penyelundup senjata demi perjuangan kemerdekaan. Sosok Isa dalam film digambarkan lebih tegas dan “macho” dibanding versi novel, terutama dalam menghadapi istrinya, Fatimah (Ariel Tatum), yang digambarkan berani dan berkemampuan setara dalam perang—bahkan membunuh seorang tentara Gurkha dalam salah satu adegan awal.

Adaptasi yang Menantang Imajinasi Pembaca Lama
Film ini tidak mengikuti seluruh alur novel secara kaku. Beberapa adegan penting seperti pengeboman bioskop Rex dipindahkan latarnya untuk menyesuaikan ritme naratif film. Hal ini mungkin mengecewakan pembaca setia, tapi menjadi langkah kreatif yang memperkuat sisi visual dan musikal dari karakter Isa.

Film Sarat Makna
“Perang Kota” menyajikan representasi gender, nasionalisme, dan konflik internal dengan kompleksitas dan kedalaman yang jarang ditemukan di film-film sejarah lokal. Mouly Surya sekali lagi menunjukkan kemampuannya menyulam isu-isu sosial dalam karya visual yang berani dan penuh makna.

Dengan penampilan kuat dari Chicco Jerikho, Ariel Tatum, dan Jerome Kurnia, film ini adalah sebuah adaptasi sastra yang layak mendapat perhatian generasi muda—baik yang sudah mengenal novelnya, maupun yang baru mengenal sejarah lewat layar lebar.

  • Berita Terkait

    Paket Santet, Teror Maut Paket Misterius yang Mengancam Jiwa! Ini Sinopsis Plus Trailernya!

    JABAR PASS – Ini bukan sembarang paket tapi ini Paket Santet, dengernya aja menyeramkan. Tidak terbayangkan bagaimana kondisi psikis si penerima paket, saat tahu apa isi paket itu. Perasaan campur…

    Insidious Out of The Further, Bersatunya Kekuatan Iblis ke Dunia Nyata Ih Ngeri!

    JABAR PASS – Film Insidious kali ini memasuki seri ke enam-nya yaitu Insidious: Out of The Further. Beruntung film genre horor ini tayang di Indonesia lebih cepat yaitu pada 19…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Baca Juga

    Disbudpar Perkuat Branding Bandara Husein Sastranegara, Angkat Identitas Bandung hingga Karya Difabel

    • August 31, 2026
    • 22 views
    Disbudpar Perkuat Branding Bandara Husein Sastranegara, Angkat Identitas Bandung hingga Karya Difabel

    Kota Bandung Jadi Tuan Rumah Rakernas JKPI XIII 2027, Siapkan Konsep Kota Pusaka

    • August 31, 2026
    • 19 views
    Kota Bandung Jadi Tuan Rumah Rakernas JKPI XIII 2027, Siapkan Konsep Kota Pusaka

    Lantik 41 Pejabat, Wali Kota Ingatkan Integritas dan Prinsip 3P dalam Tata Kelola Pemerintahan

    • August 31, 2026
    • 26 views
    Lantik 41 Pejabat, Wali Kota Ingatkan Integritas dan Prinsip 3P dalam Tata Kelola Pemerintahan

    Wali Kota: Pramuka Jadi Pilar Pembentukan Generasi Berkarakter

    • August 31, 2026
    • 17 views
    Wali Kota: Pramuka Jadi Pilar Pembentukan Generasi Berkarakter

    Harga BBM Pertamina, Shell, dan BP Stabil hingga Akhir Agustus 2026

    • August 31, 2026
    • 17 views
    Harga BBM Pertamina, Shell, dan BP Stabil hingga Akhir Agustus 2026

    Aktivitas Belajar Harus Berlangsung, Pemkot Bandung Pindahkan Sementara Siswa SDN 026 ke SDN 148

    • August 30, 2026
    • 20 views
    Aktivitas Belajar Harus Berlangsung, Pemkot Bandung Pindahkan Sementara Siswa SDN 026 ke SDN 148