JABAR PASS – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mematangkan rencana pengembangan kawasan Pasar Baru dan sekitarnya sebagai destinasi kuliner berkelas dunia. Pengembangan tersebut akan mencakup kawasan Pecinan Lama hingga sejumlah ruas jalan di sekitar pusat perdagangan tersebut.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, konsep pengembangan kawasan itu telah masuk dalam rencana Pemkot Bandung. Namun, pelaksanaannya masih menunggu kesiapan para pelaku usaha dan investor yang akan terlibat.
“Kalau itu memang konsepnya sudah masuk, tapi saya memang menunggu kepastian dari kesiapan para pelakunya dulu dan juga kerja sama dalam rangka pembangunan penyiapan lokasi,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (24/8/2026).
Farhan menjelaskan, pengembangan kawasan tersebut akan menggunakan skema kerja sama investasi antarswasta. Pemkot Bandung tidak menjadi pihak yang berinvestasi, tetapi berperan dalam penataan kawasan dan memastikan regulasi berjalan.
“Semuanya dalam format kerja sama investasi antar-swasta. Pemerintah hanya mengatur regulasinya,” katanya.
Menurut Farhan, Pemkot Bandung juga akan melakukan penataan dan penertiban agar kawasan tersebut memiliki lingkungan yang nyaman, tertib, serta mampu mendukung aktivitas ekonomi.
“Artinya kita kembali ke fungsi penataan dan penertiban. Investasi 100 persen swasta,” ujarnya.
Meski masih menunggu kesiapan pelaku usaha, Farhan memastikan konsep pengembangan kawasan telah disiapkan. Nantinya, kawasan Pasar Baru akan terhubung dengan Pecinan Lama sebagai salah satu daya tarik wisata kuliner dan ekonomi kreatif Kota Bandung.
“Konsepnya sudah bagus. Nanti akan melibatkan area di Pasar Baru dan juga Pecinan Lama. Keren lah,” tutur Farhan.
Pengembangan kawasan tersebut juga akan diikuti dengan pembenahan sejumlah jalan kecil di sekitarnya pada 2027. Beberapa ruas yang menjadi perhatian antara lain Jalan ABC, Suniaraja, Alkateri, hingga kawasan belakang Pasar Dulatip.
Farhan menyebut pembenahan tersebut merupakan bagian dari kesepakatan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperkuat kawasan Pasar Baru dan sekitarnya.
“Itu akan memberikan alasan untuk kita di tahun 2027 semua jalan-jalan kecil ABC, Suniaraja, Alkateri itu jalannya akan dirapikan lagi semuanya,” katanya.
Ia menilai pembenahan infrastruktur menjadi bagian penting untuk mendukung konsep kawasan kuliner dan wisata. Penataan nantinya tidak hanya menyangkut pelaku usaha, tetapi juga kualitas lingkungan serta akses bagi pengunjung.
Farhan menyebut setidaknya ada dua konsep yang akan dikembangkan. Salah satunya adalah Pecinan Lama yang akan menjadi bagian permanen dari kawasan pengembangan.
Selain itu, akan dikembangkan pula kawasan kuliner malam dengan konsep penataan yang tetap menjaga kebersihan lingkungan. Konsep tersebut mengusung prinsip “datang bersih, pulang bersih”, sehingga aktivitas kuliner malam dapat berjalan tanpa menimbulkan persoalan sampah maupun mengganggu lingkungan sekitar.
Di sisi lain, Pemkot Bandung juga membuka peluang penyediaan transportasi khusus yang menghubungkan Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung dengan kawasan Pasar Baru dan sejumlah destinasi lainnya.
Farhan mengatakan, saat ini belum tersedia kendaraan khusus tersebut. Namun, usulan penyediaan layanan shuttle telah ada dan pemerintah masih menunggu proposal dari sejumlah pelaku angkutan swasta.
“Belum ada, tapi usulannya sudah ada. Saya masih menunggu usulan dari beberapa pelaku angkutan swasta untuk menyediakan shuttle antara bandara dengan beberapa titik yang lain,” kata Farhan.
Menurutnya, layanan shuttle tersebut nantinya tidak hanya diarahkan menuju Pasar Baru, tetapi juga dapat menghubungkan bandara dengan sejumlah kawasan wisata dan pusat aktivitas kota lainnya, seperti Dago.







