JABAR PASS – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menargetkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Bandung mencapai 23-24 juta kunjungan hingga akhir 2026.
Kembali beroperasinya penerbangan jet di Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung menjadi salah satu modal Pemkot Bandung untuk mendorong sektor pariwisata sekaligus menarik investasi.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, dampak kembali dibukanya penerbangan jet di Bandara Husein Sastranegara terhadap pariwisata dan investasi masih dalam tahap evaluasi. Namun, ia optimistis konektivitas udara yang kembali tersedia dapat semakin memperkuat posisi Bandung sebagai salah satu destinasi wisata utama.
“Euforianya sih dapat. Tapi realisasinya ini memang belum kita ukur dengan benar,” kata Farhan di Hotel Grandia Kota Bandung, Rabu (19/8/2026).
Farhan menyebut, hingga saat ini Kota Bandung telah mencatat sekitar 12 juta kunjungan wisatawan. Jumlah tersebut diproyeksikan terus bertambah hingga mencapai 23-24 juta kunjungan pada akhir tahun.
“Saat ini Kota Bandung itu sudah mendapatkan 12 juta kunjungan. Kami perkirakan sampai bisa 23-24 juta kunjungan di akhir tahun,” ujarnya.
Menurut Farhan, salah satu indikator yang masih menjadi bahan evaluasi adalah pengalaman penumpang atau customer experience setelah Bandara Internasional Husein Sastranegara kembali melayani penerbangan jet.
Tak hanya kunjungan wisatawan, Pemkot Bandung juga memasang target terhadap jumlah penumpang di Bandara Husein Sastranegara. Pada tahun pertama kembali beroperasinya penerbangan jet, bandara tersebut ditargetkan dapat melayani sedikitnya 1 juta penumpang.
Target tersebut setara dengan rata-rata sekitar 3.000 penumpang per hari. Sementara itu, kapasitas terpasang Bandara Internasional Husein Sastranegara disebut dapat mencapai sekitar 2,7 juta penumpang per tahun.
Farhan menilai keberadaan bandara semakin memperkuat konektivitas Kota Bandung. Terlebih, Bandung juga telah terhubung dengan jaringan kereta api dan jalan tol.
“Bandung sudah sangat terkoneksi dengan sangat baik,” ucapnya.
Konektivitas tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah wisatawan domestik, tetapi juga mendorong peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara.
Farhan meyakini meningkatnya kunjungan wisatawan asing dapat menjadi salah satu pintu masuk bagi investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) ke Kota Bandung.
Meski demikian, ia mengakui Bandung masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah untuk meningkatkan arus investasi asing. Salah satu upaya yang ingin didorong yakni menjadikan Bandung sebagai financial hub.
Menurut Farhan, posisi sebagai pusat keuangan dapat memperkuat ekosistem investasi di Bandung, mulai dari sektor asuransi, saham hingga instrumen surat berharga lainnya.
“Kalau Bandung sudah jadi financial hub, asuransi, saham dan surat berharga lainnya, investasi asing pasti akan masuk lebih banyak,” jelasnya.
Langkah tersebut sejalan dengan visi Farhan untuk menjadikan Bandung sebagai technology hub. Menurutnya, penguatan sektor finansial menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi yang dapat menopang pertumbuhan industri teknologi.
Dengan penguatan konektivitas, pariwisata, pendidikan tinggi, teknologi dan sektor finansial, Pemkot Bandung berharap Bandung tidak hanya menjadi tujuan wisata, tetapi juga semakin menarik sebagai pusat investasi.
“Target kita setahun pertama ini minimal bisa dapat 1 juta penumpang. Mudah-mudahan ini bisa bertambah dengan signifikan,” tuturnya.








