BMKG: Suhu Dingin di Bandung Raya Dipicu Monsun Australia dan Minimnya Awan

JABAR PASS – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa suhu dingin yang melanda sebagian besar wilayah Bandung Raya selama musim kemarau ini disebabkan oleh angin monsun Australia dan berkurangnya tutupan awan konvektif.

Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa wilayah Bandung Raya telah resmi memasuki musim kemarau, yang ditandai oleh dominasi angin monsun dari Australia.

“Faktor-faktor ini membuat siang hari terasa panas, sementara dini hari hingga pagi cenderung dingin,” ujar Teguh di Bandung, Jumat (15/8).

Menurutnya, angin monsun membawa udara dingin dan kering. Hal ini menyebabkan panas matahari diserap maksimal di siang hari dan dilepaskan kembali secara maksimal pada malam hingga dini hari.

Suhu Minimum Turun

  • Stasiun Geofisika Bandung mencatat suhu minimum mencapai 17,2°C

  • Pusat Observasi Geofisika Lembang bahkan lebih rendah, di angka 14,4°C

Teguh memperkirakan suhu dingin ini masih akan terus berlangsung hingga akhir Agustus.

Selain monsun, suhu dingin juga dipengaruhi oleh:

  • Suhu permukaan laut di Indonesia yang masih hangat

  • Aktivitas gelombang atmosfer seperti Rossby Ekuator di wilayah Jawa Barat

  • Sirkulasi siklonik yang menyebabkan perlambatan dan pertemuan angin (konvergensi & konfluensi)

 Imbauan BMKG

BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap:

  • Angin kencang

  • Hujan intensitas lokal yang berpotensi menimbulkan genangan, banjir, atau tanah longsor

Masyarakat juga disarankan:

  • Mengenakan jaket atau pakaian hangat saat beraktivitas di pagi hari

  • Mengonsumsi minuman hangat

  • Selalu memantau pembaruan cuaca melalui situs resmi BMKG

  • Berita Terkait

    Billy Martasandy Resmi Diangkat sebagai Majelis Pakar Asosiasi DKLPT, Siap Dorong Transformasi Pendidikan Tinggi

    JABAR PASS –  Billy Martasandy, S.Psi., M.Si., Ph.D resmi diangkat sebagai anggota Majelis Pakar Asosiasi Dosen Kolaborasi Lintas Perguruan Tinggi (DKLPT). Pengangkatan ini menambah deretan akademisi dan praktisi yang dipercaya…

    Penertiban Tahap III PKL Cicadas, 11 Lapak Kosong Dibongkar

    JABAR PASS – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung kembali menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Cicadas dengan membongkar 11 lapak kosong pada tahap ketiga penataan. Kepala…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Baca Juga

    Cabai Rawit Merah Tembus Rp63.700 per Kg, Telur Ayam Rp31.400

    • May 7, 2026
    • 9 views
    Cabai Rawit Merah Tembus Rp63.700 per Kg, Telur Ayam Rp31.400

    Billy Martasandy Resmi Diangkat sebagai Majelis Pakar Asosiasi DKLPT, Siap Dorong Transformasi Pendidikan Tinggi

    • May 6, 2026
    • 20 views
    Billy Martasandy Resmi Diangkat sebagai Majelis Pakar Asosiasi DKLPT, Siap Dorong Transformasi Pendidikan Tinggi

    Penertiban Tahap III PKL Cicadas, 11 Lapak Kosong Dibongkar

    • May 6, 2026
    • 28 views
    Penertiban Tahap III PKL Cicadas, 11 Lapak Kosong Dibongkar

    Harga Emas Antam Naik Rp30.000, Kini Tembus Rp2,79 Juta per Gram

    • May 6, 2026
    • 20 views
    Harga Emas Antam Naik Rp30.000, Kini Tembus Rp2,79 Juta per Gram

    Harga Cabai Rawit Tembus Rp63.850 per Kg, Telur Ayam Rp31.250

    • May 6, 2026
    • 19 views
    Harga Cabai Rawit Tembus Rp63.850 per Kg, Telur Ayam Rp31.250

    Harga Emas Antam Turun Rp35.000, Kini Jadi Rp2,76 Juta per Gram

    • May 5, 2026
    • 25 views
    Harga Emas Antam Turun Rp35.000, Kini Jadi Rp2,76 Juta per Gram