Hingga Pertengahan 2025, Satgas Anti Rentenir Bandung Tangani 17.430 Pengaduan

JABAR PASS — Pemerintah Kota Bandung terus memperkuat langkah konkret dalam memberantas praktik rentenir yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah. Melalui program Satgas Anti Rentenir dan inisiatif Kampung Bebas Rentenir (KBR), Pemkot Bandung menunjukkan komitmen serius dalam membangun kemandirian ekonomi warganya.

Dalam forum evaluasi program yang digelar di Bandung Command Center, Wali Kota Muhammad Farhan menyampaikan capaian dan strategi baru pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas.

“Rentenir bukan hanya soal utang, tapi masalah ketimpangan sosial ekonomi yang menahun. Banyak warga terjebak karena tekanan hidup dan tidak adanya akses keuangan yang inklusif,” ujar Farhan.

Capaian Satgas Anti Rentenir

Sejak dibentuk pada 2017 dan diperkuat secara kelembagaan oleh Dinas KUKM pada 2021, Satgas Anti Rentenir telah menangani 17.430 pengaduan hingga medio 2025. Rinciannya:

  • 38%: Pinjaman untuk modal usaha

  • 27%: Kebutuhan sehari-hari

  • 5%: Pendidikan

  • 4%: Kesehatan

  • 26%: Lain-lain

Tugas Satgas meliputi sosialisasi, edukasi, mediasi, advokasi, hingga kemitraan strategis dengan lembaga keuangan dan komunitas lokal.

KBR: Jawaban Nyata Melawan Jerat Rentenir

Diluncurkan sebagai pendekatan komunitas berbasis kawasan, Kampung Bebas Rentenir (KBR) tidak hanya dimaksudkan sebagai zona aman dari pinjaman ilegal, tetapi juga sebagai pusat:

  • Edukasi literasi keuangan

  • Pemberdayaan UMKM

  • Inklusi sosial dan ekonomi

  • Potensi wisata berbasis komunitas

Setiap KBR membina setidaknya 40 warga, termasuk korban rentenir dan masyarakat rentan. Pendampingan dilakukan secara intensif agar mereka menjadi agen perubahan di lingkungannya.

Saat ini telah terbentuk 14 titik KBR di Kota Bandung, termasuk dua lokasi percontohan di Ujungberung dan Sukajadi yang telah berjalan sejak 2023. Tahun ini ditargetkan penambahan 10 titik baru, dengan rencana ekspansi penuh ke seluruh 30 kecamatan pada 2026.

“Kami ingin menjadikan KBR sebagai pusat pertumbuhan ekonomi rakyat. Ujungberung dan Sukajadi menjadi benchmark karena ekosistemnya sudah mendukung,” jelas Farhan.

  • Berita Terkait

    HMP Guru Honorer Cair Dirapel Empat Bulan

    JABAR PASS – Kabar baik bagi guru honorer di Kota Bandung. Pemerintah Kota Bandung mulai mencairkan honorarium melalui skema Honorarium Peningkatan Mutu (HMP) pada Kamis (30/4/2026), dengan pembayaran dirapel hingga…

    Harga Emas Pegadaian Kompak Turun, Antam Tembus Rp2,896 Juta per Gram

    JABAR PASS – Harga emas di laman Sahabat Pegadaian pada Kamis pagi (30/4/2026) pukul 07.23 WIB terpantau mengalami penurunan pada tiga produk utama, yakni UBS, Antam, dan Galeri24. Emas UBS…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Baca Juga

    Billy Martasandy Resmi Diangkat sebagai Majelis Pakar Asosiasi DKLPT, Siap Dorong Transformasi Pendidikan Tinggi

    • May 6, 2026
    • 11 views
    Billy Martasandy Resmi Diangkat sebagai Majelis Pakar Asosiasi DKLPT, Siap Dorong Transformasi Pendidikan Tinggi

    Penertiban Tahap III PKL Cicadas, 11 Lapak Kosong Dibongkar

    • May 6, 2026
    • 20 views
    Penertiban Tahap III PKL Cicadas, 11 Lapak Kosong Dibongkar

    Harga Emas Antam Naik Rp30.000, Kini Tembus Rp2,79 Juta per Gram

    • May 6, 2026
    • 15 views
    Harga Emas Antam Naik Rp30.000, Kini Tembus Rp2,79 Juta per Gram

    Harga Cabai Rawit Tembus Rp63.850 per Kg, Telur Ayam Rp31.250

    • May 6, 2026
    • 13 views
    Harga Cabai Rawit Tembus Rp63.850 per Kg, Telur Ayam Rp31.250

    Harga Emas Antam Turun Rp35.000, Kini Jadi Rp2,76 Juta per Gram

    • May 5, 2026
    • 20 views
    Harga Emas Antam Turun Rp35.000, Kini Jadi Rp2,76 Juta per Gram

    Penataan Infrastruktur Kota Bandung Berjalan Bertahap, 10 Ruas Jalan Mulai Dikerjakan

    • April 30, 2026
    • 76 views
    Penataan Infrastruktur Kota Bandung Berjalan Bertahap, 10 Ruas Jalan Mulai Dikerjakan