Jabarpass- Di tengah dahsyatnya udara Bandung, ketegangan justru terasa panas di PISET Square.
Dua hari—19 dan 20 Juli 2025—tempat itu menjadi arena bagi ratusan pecatur dari seluruh penjuru negeri untuk unjuk strategi, kecerdasan, dan kebanggaan. Hadiah total Rp150 juta bukan satu-satunya alasan mereka bertanding—ada semangat, reputasi, dan kehormatan yang dipertaruhkan.

Empat Kategori, Satu Tekad, Menang!
Super Chess Series III mempertemukan pecatur dari berbagai usia dan latar belakang:
– Open Class: Lebih dari 280 peserta, 9 babak
– Veteran Class: 70 peserta, 7 babak
– Mahasiswa 18+: 54 peserta, 7 babak
– Beregu Kampus: 26 tim, 130 mahasiswa, 7 babak
Semuanya bermain dalam sistem Swiss dengan kendali waktu 10+5 detik—cepat, intens, dan mematikan bagi yang lengah.
Beregu Kampus, Panggung Semangat Kolektif
Kategori baru tahun ini adalah “Beregu Mahasiswa”, dan sambutannya luar biasa. Kampus-kampus ternama seperti UI, UGM, ITB, BINUS, Unpad, dan Brawijaya tampil tak hanya dengan strategi individu, tapi juga solidaritas tim. Persaingan antar kampus menghadirkan nuansa kompetisi yang berbeda tidak hanya adu skill, tapi juga adu semangat.
> “Ini bukan sekadar turnamen. Ini rumah bagi pecatur muda dan ajang pembinaan jangka panjang,” ujar H. Soleh Subari, Ketua Panitia.
> “Kami siapkan 2 wasit internasional dan 20 wasit nasional. Profesionalisme itu mutlak,” tegas Syamsul Maarif, Koordinator Wasit.
> “Meski libur panjang akademik, semangat mahasiswa tetap menyala. Mereka datang, bertanding, dan membuktikan bahwa catur masih hidup,” kata Dicky Irfan Firmansyah, Sekum Percasi Jabar.
Di tengah riuhnya pertandingan dan beragam strategi yang dimainkan di atas papan, satu hal pasti: Super Chess Series III adalah bukti bahwa catur bukan permainan statis—ia tumbuh, bertransformasi, dan menyatukan semangat dari generasi ke generasi. -sm-








