Semua Bergerak, Kewilayahan Punya Target Benahi Pengelolaan Sampah

Bagikan Postingan

JABAR PASS –  Mulai tahun 2026, seluruh RW di Kota Bandung akan memiliki target pengurangan sampah yang terukur melalui penguatan pemilahan dan pengolahan sampah organik di tingkat paling bawah.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyampaikan, Pemkot Bandung akan menugaskan sebanyak 1.597 petugas pemilah dan pengolah sampah, masing-masing satu orang di setiap RW.

Para petugas ini bertugas mengedukasi sekaligus mendampingi warga dalam memilah sampah sejak dari rumah.

“Setiap RW ditargetkan bisa mengurangi minimal 25 kilogram sampah organik per hari. Sampah organik nantinya diangkut secara terpisah dari sampah anorganik atau residu,” ujar Farhan usai meninjau pengelolaan sampah di Kelurahan Nyengseret, Selasa 30 Desember 2025.

Menurutnya, jika target tersebut tercapai di seluruh RW, maka Kota Bandung berpotensi mengurangi hingga 40 ton sampah organik per hari yang sebelumnya dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Sampah organik tersebut harus diolah di tingkat kelurahan melalui berbagai skema, termasuk rumah maggot, Buruan Sae, maupun fasilitas pengolahan lain yang sudah ada.

Farhan menyebut, kebijakan ini sekaligus menjadi tantangan baru bagi aparatur kewilayahan. Para lurah diminta memastikan fasilitas pengolahan sampah organik di wilayahnya benar-benar berfungsi.

“Sekarang lurah punya PR baru, memastikan pengolahan sampah organik di kelurahan itu berjalan nyata, bukan sekadar laporan,” katanya.

Ia juga menilai, sebagian besar fasilitas pengolahan sampah organik di kewilayahan sebenarnya sudah berjalan. Namun, ke depan kapasitasnya akan benar-benar diuji seiring bertambahnya volume sampah yang harus diolah setiap hari.

“Kalau satu RW harus mengolah 25 kilogram per hari, maka di satu kecamatan bisa mencapai hampir satu ton sampah organik per hari. Itu harus mampu dikelola,” kata Farhan.

Farhan menyebut, tantangan pengelolaan sampah kini menjadi tanggung jawab bersama, mulai dari tingkat kota, kecamatan, kelurahan, hingga RW.

Dengan target yang jelas dan peran aktif seluruh pihak, ia optimistis pembenahan sistem pengelolaan sampah di Kota Bandung dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

“Semua bergerak. Tantangannya sama besarnya di setiap level pemerintahan dan kewilayahan,” tuturnya.

Bagikan Postingan
  • Related Posts

    City Gas Tour 2026: PGN Dorong Pemanfaatan Gas Bumi yang Efisien

    Bagikan Postingan

    JABAR PASS – Pemanfaatan gas bumi dinilai dapat memberikan efisiensi bagi masyarakat, tidak hanya sebagai sumber energi rumah tangga, tetapi juga untuk mendukung sektor transportasi dan kegiatan usaha. Hal tersebut…

    Bagikan Postingan

    Disbudpar Perkuat Branding Bandara Husein Sastranegara, Angkat Identitas Bandung hingga Karya Difabel

    Bagikan Postingan

    JABAR PASS – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung terus memperkuat branding pariwisata di Bandara Internasional Husein Sastranegara seiring kembali beroperasinya penerbangan komersial. Kepala Disbudpar Kota Bandung, Adi Junjunan…

    Bagikan Postingan

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You Missed

    CAMPUS LEAGUE 2026 – BADMINTON THE NATIONALS Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Berjaya, Tekuk Binus University Sabet Sektor Beregu dan Individu

    CAMPUS LEAGUE 2026 – BADMINTON THE NATIONALS Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Berjaya, Tekuk Binus University Sabet Sektor Beregu dan Individu

    Pakai CNG PGN, Hotel Platinum Yogyakarta Catat Efisiensi Biaya hingga 30%

    Marugame Udon Kaliurang Gunakan CNG Gagas, Konsumsi Capai 1.000 Meter Kubik per Bulan

    Campus League 2026 – Badminton The Nationals UNS Solo Berjaya Di Bandung, Raih Dua Gelar

    Campus League 2026 – Badminton The Nationals UNS Solo Berjaya Di Bandung, Raih Dua Gelar

    RSUP Dr. Sardjito Beralih ke Layanan Gas Bumi PGN, Operasional Rumah Sakit Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan

    Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp95 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp30 Ribu